Find and Follow Us

Kamis, 19 September 2019 | 19:07 WIB

KESDM Coret Rencana Lelang Blok Latao di Sulteng

Oleh : Indra Hendriana | Rabu, 8 Mei 2019 | 03:09 WIB
KESDM Coret Rencana Lelang Blok Latao di Sulteng
(Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) batal melakukan lelang Blok Lataondi di Sulawesi Tenggara. Batalnya lelang blok ini karena ada permasalahan.

Dengan begitu, hanya satu Wilayah Izin Usaha Usaha Pertambangan Khusus (WIUPK) saja yang dilelang pada Mei ini, yakni Blok Suasua di Sulawesi Tenggara.

Direktur Pembinaan Program Mineral dan Batu bara Kementerian ESDM, Muhammad Wafid mengatakan, Blok Latao dicoret dari daftar WIUPK yang akan dilelang pada Mei 2019. Hanya saja Wafid enggan menjelaskan permasalahan lahan dari blok tersebut. "Blok Latao ada masalah kewilayahan jadi tinggal Blok Suasua yang dilelang," kata Wafid di Jakarta, Selasa (7/5/2019).

Berdasarkan catatan, Blok Latao sudah ditawarkan melalui mekanisme lelang sejak tahun lalu. Latao ditawarkan bersamaan dengan 5 WIUPK lainnya.

Wafid menerangkan, lelang Blok Suasua dimulai pada Mei ini. Lelang kali ini berbeda dengan tahun lalu. Pasalnya wilayah tambang juga ditawarkan kepada badan usaha swasta.

Sementara pada lelang sebelumnya hanya ditawarkan kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Dia berharap dengan pola teranyar ini maka lebih banyak yang menyatakan minat. "Sekarang dibuka untuk swasta ada enggak yang berminat," ujar dia.

Dikatakannya Kompensasi Data Informasi (KDI) yang dibayar pemenang lelang untuk Blok Suasua tetap sama. Pasalnya hal tersebut sudah ditetapkan dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 1805.K/30/MEM/2018. Dalam keputusan tersebut tercantum nilai KDI wilayah Suasua sebesar Rp984,85 miliar dengan luas konsesi mencapai 5.899 hektar.

KDI merupakan hal baru dalam lelang pertambangan mineral dan batu bara. Konsep ini mirip dengan signature bonus pada lelang wilayah kerja minyak dan gas bumi. Namun dalam pola di lelang pertambangan ini, peserta lelang wajib menyetorkan dana 10% dari nilai KDI. Nanti bila dinyatakan sebagai pemenang maka tinggal melunasi sisa dari nilai KDI. Adapun Blok Latao memiliki kandungan Nikel. Sementara luas wilayah konsesi mencapai 3.148 hektar. [ipe]

Komentar

x