Find and Follow Us

Selasa, 16 Juli 2019 | 20:34 WIB

RR Pernah Tolak Tawaran Menko Kemaritiman Jokowi

Jumat, 10 Mei 2019 | 02:09 WIB
RR Pernah Tolak Tawaran Menko Kemaritiman Jokowi
(Foto: ist)

INILAHCOM, Jakarta - Ekonom senior, Rizal Ramli mengaku berkali-kali ditawari posisi di pemerintahan. Pengakuan ini menganulir pandangan bahwa dirinya haus jabatan.

Mantan Menko Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid ini, menegaskan bahwa sikap kritisnya terhadap pemerintahan, tidak berorientasi kepada keinginan duduk di kursi empuk pemerintahan.

Kata Tim Panel Ekonomi PBB ini, Jakarta, Kamis (9/5/2019), beberapa kali dirinya menolak posisi empuk di pemerintahan. Dalam hitungannya, Rizal pernah dua kali menolak.

Pertama, Rizal empat menolak jabatan sebagai Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), menggantikan SB Joedono. Kedua, Rizal Ramli pun menolak jabatan Duta Besar RI di Amerika Serikat yang saat itu dijabat Doradjatun Kuntjoro Jakti. "Pada tawaran ketiga, saya diminta Gus Dur membenahi Badan Urusan Logistik (Bulog). Tawaran itu saya terima," kata Rizal

Ketika bilang oke atas tawaran posisi tersebut, ada syarat yang diminta Rizal. Yakni, Rizal hanya mau menjabat enam bulan, setelah itu mengundurkan diri. "Akhirnya disepakati Gus Dur, 3 April 2000 saya dilantik menjadi Kabulog menggantikan Jusuf Kalla," kata mantan menko kemaritiman era Presiden Jokowi ini.

Ketika permasalahan di Bulog berhasil dibenahi, Rizal menuturkan, Gus Dur memintanya untuk menempati posisi Menko Ekuin pada 23 Agustus 2000.
Mengingat kondisi perekonomian Indonesia kala itu sedang karut marut. "Alhamdulilah, amanah itu bisa saya jalankan dengan baik. Pertumbuhan ekonomi Indonesia dari minus 3 persen, bisa kita dongkrak menjadi 4,5 persen, gaji PNS kita naikan hingga 125 persen supaya daya beli masyarakat meningkat," tutur Rizal.

Masih di era pemerintahan Gus Dur, ayah tiga anak ini juga diminta menjadi Menteri Keuangan sejak 12 Juni 2001. Kemudian di era Jokowi, pada 2015, Rizal Ramli diminta mengisi posisi di Kabinet Kerja, yakni sebagai Menko Kemaritiman. Pada awalnya, RR, sapaan akrab Rizal Ramli, menolaknya.

Namun, setelah dibujuk Jokowi, dirinya luluh juga. Rizal mengaku tersentuh dengan ucapan Jokowi yang menyatakan bahwa rakyat Indonesia yang menginginkan Rizal Ramli untuk kehidupan yang lebih baik.

"Tapi kemudian Pak Jokowi pakai gaya Jawa banget, dia katakan: Mas Rizal, yang minta tolong ini bukan hanya Jokowi yang presiden. Siapa sih saya dibandingkan Mas Rizal dari segi pengalaman dalam dan luar negeri. Yang minta tolong ini tidak hanya saya, tapi rakyat Indonesia yang ingin hidup lebih bagus," kata Rizal menirukan Jokowi.

Fakta sejarah itulah yang dapat disimpulkan bahwa Rizal Ramli berjuang untuk demokrasi dan anti KKN sudah sejak 1978, sejak mahasiswa baik itu didalam maupun di luar sistem. Hingga hari ini, Rizal Ramli tegaskan ia berjuang agar kedaulatan rakyat direbut kembali dan demokrasi ditegakkan. [ipe]

Komentar

Embed Widget
x