Find and Follow Us

Senin, 23 September 2019 | 19:23 WIB

3 Menteri Ini Bersepakat di Bandara Kertajati

Sabtu, 11 Mei 2019 | 08:09 WIB
3 Menteri Ini Bersepakat di Bandara Kertajati
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Setelah pembahasan panjang, tiga pembantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) sepakat untuk menetapkan Bandara Kertajati, sebagai embarkasi haji mulai tahun ini.

Ketiga menteri yang dimaksud adalah Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Keputusan ini diambil dalam Rapat Koordinasi Kesiapan Bandara Kertajati untuk Pelaksanaan Haji dan Umrah di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Jumat (10/5/2019).

Rapat ini dihadiri Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, Asisten Daerah Bidang Hukum dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat Dauh Achmad, Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat Hery Antasari, serta Direktur Keuangan dan Umum PT BIJB Muhamad Singgih.

Usai rapat, Uu menuturkan, keputusan Bandara Kertajati sebagai bandara penerbangan dan embarkasi haji, dimulai tahun ini. "Sudah disepakati oleh tiga menteri, memutuskan bahwa tahun ini Bandara Internasional Kertajati dipakai untuk embarkasi haji dari Jawa Barat," ujar Uu.

Menindaklajuti keputusan ini, Wagub bersama Gubernur berencana menggelar rapat koordinasi bersama para pihak terkait, Senin minggu depan.

Sementara untuk umrah, Uu menjelaskan bahwa Bandara Kertajati sebelumnya memang sudah melayani penerbangan umrah. Namun, mulai tahun ini penerbangan umrah dari Bandara Kertajati akan ditingkatkan terutama untuk melayani warga Jabar bagian timur.

Penerbangan haji dan umrah ini akan menjadi salah satu solusi untuk memaksimalkan penggunaan Bandara Kertajati sebagai bandara internasional.

Sedangkan Luhut mengatakan, penerbangan haji dan umrah akan memberikan pengaruh terhadap traffic penerbangan di Jakarta. "Ini (penerbangan haji dan umrah dari Kertajati) akan mempengaruhi traffic di Jakarta dan akan memfungsikan Kertajati lebih bagus," ujar Luhut.

Sementara Lukman mendukung penuh penggunaan Bandara Kertajati untuk penerbangan haji dan umrah. Namun, Lukman menekankan beberapa syarat yang harus dipenuhi.

Pertama, ketersesiaan asrama haji. Kata Lukman, asrama haji tidak hanya akan berfungsi sebagai tempat penginapan tapi juga sebagai tempat karantina para calon jemaah haji. Untuk itu, asrama haji harus steril serta mempunyai kelaikan sistem untuk standar pelayanan dan penyelenggaraan ibadah haji. "Asrama ini tidak hanya untuk menginap tapi juga perlu ada aula yang besar untuk menghimpun semua jemaah haji," jelas Lukman.

Untuk maskapai penerbangan sendiri, Kementerian Perhubungan akan menghitung berapa kloter yang dapat berangkat dari Bandara Kertajati, dari total 20 kloter haji asal Jawa Barat.

Sedangkan Budi mengatakan, hal itu akan berpengaruh pada rotasi pesawat dan slot penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng ke Bandara Kertajati. "Jadi, nanti akan ada sebagian slot penerbangan dari Bandara Seokarno-Hatta (pindah) ke Bandara Kertajati," ucap Budi. [ipe]

Komentar

x