Find and Follow Us

Senin, 17 Juni 2019 | 04:45 WIB

Pertamina Hukum 100 Pangkalan LPG Nakal di Sulteng

Sabtu, 11 Mei 2019 | 16:09 WIB
Pertamina Hukum 100 Pangkalan LPG Nakal di Sulteng
(inilahcom)

INILAHCOM, Palu - Sepanjang 2018 hingga 2019, PT Pertamina (Persero) memberikan sanksi kepada 100 pangkalan elpiji nakal di Provinsi Sulawesi Tengah. Karena menjual LPG 3 Kg (subsidi) di atas harga eceran tertinggi (HET).

Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR VII Sulawesi, Hatim Ilwan di Palu, Jumat (10/5/2019), mengatakan, sanksi secara bervariasi dijatuhkan kepada pangkalan yang tidak patuh terhadap aturan, mulai dari surat teguran, penghentian sementara penyaluran, hingga pemutusan hubungan usaha. "Dari 100 pangkalan dijatuhi saksi, tiga di antaranya agen penyalur. Jika pelanggarannya berat maka tidak ada kompromi," kata Hatim.

Ia menjelaskan, Pertamina tegas dan konsisten menangani pelanggaran yang dapat merugikan konsumen, apalagi menyangkut elpiji bersubsidi yang seharusnya diperuntukan warga kurang mampu. "Pertamina tidak bermain-main masalah seperti ini, jika terbukti pasti kami tindak tegas," katanya.

Pertamina mengimbau seluruh agen dan pangkalan di wilayah Sulawesi menyalurkan elpiji bersubsidi sesuai dengan aturan.

Sepanjang 2018 hingga awal 2019, Pertamina MOR VII mengeluarkan 145 sanksi kepada agen elpiji bersubsidi yang melanggar. Termasuk 205 sanksi dikeluarkan agen kepada pangkalan resmi.

"Dari enam provinsi di Pulau Sulawesi di bawah kendali Pertamina MOR VII tercatat sebanyak 109 sanksi dijatuhkan kepada agen dan 69 sanksi kepada pangkalan di Sulawesi Selatan. Sementara Sulawesi Utara 10 sanksi ke agen dan enam sanksi ke pangkalan," katanya.

Dia menjelaskan, Pertamina menjatuhkan tiga sanksi ke agen dan enam sanksi ke pangkalan di Gorontalo, tiga sanksi ke agen dan 100 sanksi ke pangkalan di Sulteng, serta lima sanksi dijatuhkan kepada agen di Sulawesi Barat.

Dia mengatakan langkah itu dilakukan Pertamina sebagai upaya memberikan efek jerah dan menjamin pelayanan prima kepada konsumen. "Pertamina selalu mengimbau masyarakat agar membeli elpiji bersubsidi di pangkalan resmi karena harganya sudah diatur pemerintah," ujarnya. [tar]

Komentar

Embed Widget
x