Find and Follow Us

Rabu, 21 Agustus 2019 | 00:13 WIB

Harga Telur dan Daging Ayam

CIPS: Jangan Main-main dengan Data Jagung

Selasa, 14 Mei 2019 | 04:09 WIB
CIPS: Jangan Main-main dengan Data Jagung
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS), Assyifa Szami Ilman mengingatkan, data jagung di dalam negeri haruslah akurat. Jika ingin menjaga pasokan pakan ternak di berbagai daerah.

"Jika data pangan tidak dapat diandalkan, dikhawatirkan Indonesia impor pangan terlalu banyak atau terlalu sedikit," kata Assyifa Szami Ilman di Jakarta, Senin (13/5/2019).

Ilman mengingatkan, jagung berperan penting untuk biaya produksi industri peternakan unggas karena perannya sebagai pakan. Apabila jagung yang ada di pasaran tidak mencukupi dan tidak sesuai kondisi yang diharapkan industri, tentunya harga pakan akan semakin mahal, sehingga berimbas pada naiknya harga daging ayam dan telur.

"Biaya pakan berkontribusi pada 50-60 persen dari seluruh biaya produksi yang ada di industri peternakan unggas, sehingga data jagung penting untuk diukur lebih akurat agar menghasilkan angka yang tepat untuk perumusan kebijakan," ucapnya.

Sebelumnya, seusai menerima kunjungan Wakil Presiden Argentina Gabriela Michetti di Kantor Kementerian Pertanian, Rabu (8/5/2019), Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengaku bahwa Argentina mengajukan penawaran jagung pakan, mengingat Indonesia mengimpor cukup besar komoditas tersebut.

Namun, Amran menolak impor jagung tersebut, karena kini Indonesia telah mampu mewujudkan swasembada, bahkan ekspor jagung. "Yang diminta spesifik adalah jagung, tetapi kami katakan memang dulu kami impor dari mereka. Kami katakan kami sudah swasembada, bahkan ekspor jagung sehingga mereka menerima dan cukup kaget," kata Amran.[tar]

Komentar

x