Find and Follow Us

Minggu, 20 Oktober 2019 | 06:16 WIB

Terowongan Walini KA Jakarta-Bandung Tembus Juga

Selasa, 14 Mei 2019 | 19:08 WIB
Terowongan Walini KA Jakarta-Bandung Tembus Juga
(Foto: ist)
facebook twitter

INILAHCOM, Bandung - Gubernur Jawa Barat, M Ridwan Kamil mendampingi Menteri BUMN Rini Soemarno menyaksikan detik-detik penembusan Tunnel Walini.

Ya, tunnel atau semacam terowongan ini adalah lintasan Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Perkebunan Maswati, Desa Kanagasari, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (14/5/2019).

Kang Emil, sapaan akrab Gubernur Jawa Barat, mengatakan, progres pembangunan proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) menunjukkan perkembangan yang luar biasa setelah Tunnel berhasil ditembus. "Kami berharap di akhir 2019 konstruksi KCJB bisa mencapai progres yang lebih mendekati target. Sehingga target di 2021 Kereta Cepat beroperasi, dapat tercapai," kata Emil.

Setelah pengerjaan selama 15 bulan, terowongan dengan panjang 608 meter ini menjadi yang pertama berhasil ditembus dari 13 terowongan KCJB yang akan dibangun. Pada acara tersebut juga hadir Direktur Jenderal Pengadaan Tanah Arie Yuriwin, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Bandung Barat.

Menurut Kamil, Pemprov Jawa Barat telah menyelesaikan berbagai dinamika yang didapati selama proyek berlangsung. "Terakhir kita bahas yang melewati Purwakarta, melewati tambang- tambang yang juga bagian dari jalur. Kemudian kita juga sudah putuskan koneksi dari Tegalluar ke Kota Bandung dengan LRT adalah dua kilometer, dari situ nyambung ke eksisting jalur kereta ke Kebonkawung pusat kota Bandung," kata dia.

Ke depan, kata Kamil, akan dibuat stasiun transit, berlokasi di wilayah Masjid Raya Al-Jabbar Gedebage, Kota Bandung. Rencananya, dia yang akan mendesain bangunan stasiun tersebut. Proyek kereta api cepat ini akan menjadi kebanggaan nasional, mendukung pergerakan ekonomi, juga akan lahir kota- kota baru.

"Penduduk Jawa Barat ini hampir 50 juta, dengan lahirnya kota- kota baru akan menjadi titik pemerataan pertumbuhan. Hingga suatu saat bukan tidak mungkin ada warga Walini kerjanya di Jakarta," tambahnya.

Dia berharap, model percepatan transportasi ini bisa menjadi penghubung di daerah strategis lain yang cepat pertumbuhan industrinya.

Sebagai terowongan pertama yang berhasil ditembus, Tunnel Walini memiliki diameter dalam mencapai 12,6 meter dan diameter luar mencapai 14,3 meter. Tahap persiapan konstruksi Tunnel Walini telah dimulai sejak semester kedua tahun 2017 yang juga mencakup tahap konstruksi guide wall dan pipe roof.

Pada Juli 2018, pengerjaannya berlanjut dengan penggalian pertama pada sisi outlet tunnel dan pekerjaan lain di antaranya supporting, invert, dan secondary lining.
Seiring dengan penggalian pada sisi outlet tunnel, pada 30 Desember 2018 pekerja mulai menggali sisi inlet tunnel.

Setelah berhasil ditembus, pengerjaan pada tunnel ini akan terus berlanjut dengan pekerjaan konstruksi lainnya seperti (racking, signaling dan pemasangan kabel).

Sementara stasiun kereta cepat Walini akan terkoneksi dengan moda transportasi umum lainnnya guna meningkatkan aksesibilitas dan mobilitas masyarakat pada kawasan tersebut. [tar]

Komentar

x