Find and Follow Us

Minggu, 25 Agustus 2019 | 21:51 WIB

Pertamina Cari Alternatif Lahan Kilang Tuban

Oleh : Indra Hendriana | Rabu, 15 Mei 2019 | 03:02 WIB
Pertamina Cari Alternatif Lahan Kilang Tuban
Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati - (Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati mengamini, proyek Gross Root Refinery (GRR) atau kilang Tuban terkendala lagi terkait pengadaan lahan.

Dimana gugatan masyarakat berkaitan penetapan lokasi (Penlok) pembangunan kilang dimenamgkan di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTUN) Surabaya. Putusan itu menyatakan pihak tergugat (Gubernur Jawa Timur) untuk ijin Penlok dinyatakan kalah dan penlok dinyatakan batal.

"Ada 23 warga yang menggugat Penlok dan gugatan tersebut dimenangkan. Karena itu ini berhenti dulu prosesnya sementara. Selanjutnya kami sudah siapkan dokumen untuk ajukan kasasi ke Mahkamah Agung," kata Nicke disela rapat dengar pendapat di Komisi VII DPR RI, Jakarta, Selasa (14/5/2019).

Pertamina, kata Nicke, sudah mengkaji kemungkinan lain dalam pemanfaatan lahan. Termasuk untuk melakukan reklamasi apabila benar masalah lahan ini tidak kunjung terselesaikan.

Adapun kebutuhan lahan kilang yang dikerjasamakan dengan perusahaan asal Rusia, Rosneft ini mencapai 800 hektar (ha). Setengah dari kebutuhan itu sudah didapatkan karena merupakan lahan yang dikelola sebelumnya oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK).

Pertamina juga sudah siapkan rencana cadangan apabila proses pengadaan lahan terus berlarut-larut maka penggunaan lahan reklamasi akan menjadi pilihan berikutnya. Sedang lakukan proses bidding untuk studi lahan reklamasi yang rencananya akan berlangsung hingga minggu keempat bulan Mei 2019.

"Kalau masalahnya masih berlarut-larut kita coba lakukan reklamasi," ujar Nicke.

Kata dia, sambil menunggu kepastian lahan beberapa proses lain juga sudah dilakukan. Seperti pengajuan revisi Pre FID dikarenakan adanya engineering design pada Minggu ketiga bulan Mei dan ditargetkan sudah mendapatkan persetujuan pada minggu ketiga bulan Juni.

Kilang Tuban ditargetkan menghasilkan produk BBM jenis gasoline sebesar 80 ribu barel per hari, solar 99 ribu barel per hari, dan Avtur 26 ribu barel per hari.
Untuk produk baru petrokimia adalah polipropilen 1,3 juta ton per tahun, polietilen 0,65 juta ton per tahun, stirena 0,5 juta ton per tahun dan paraksilen 1,3 juta ton per tahun.[jat]

Komentar

x