Find and Follow Us

Jumat, 19 Juli 2019 | 01:16 WIB

DPR Dukung Menhub Budi, Maskapai Nakal Sikat...!

Kamis, 16 Mei 2019 | 12:00 WIB
DPR Dukung Menhub Budi, Maskapai Nakal Sikat...!
Anggota Komisi V DPR asal PDI Perjuangan Rhendi A Lamadjido

INILAHCOM, Jakarta - Langkah Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menurunkan tarif batas atas (TBA) untuk tiket pesawat, diapresiasi DPR. Seluruh maskapai wajib menjalankannya. Yang bandel perlu ditindak tegas.

Anggota Komisi V DPR asal PDI Perjuangan Rhendi A Lamadjido menegaskan, keputusan Menhub Budi menurunkan TBA 12%-16% untuk tiket pesawat, sudah sangat tepat. Diharapkan bisa menjadi solusi dalam menurunkan harga tiket. "Sekarang tinggal maskapainya wajib mengikuti aturan tersebut. Kalau tidak mau kemenhub harus tindak tegas," papar vokalis PDI Perjuangan ini.

Lalu apa sanksi bagi maskapai yang bandel? Rhendi menyebut evaluasi perizinan rute sebagai salah satu contohnya. "Ya kalau ada maskapai penerbangan, tidak perduli Garuda atau Lion, harus ditertibkan. Evaluasi izin rutenya. Kalau masih bandel cabut saja. Aturan harus ditegakkan," tegas Rhhendi.

Terkait munculnya desakan mundur Menteri Perhubungan Budi Karya di media sosial (medsos), dinilai Rhendi, tak perlu digubris. Publik sangat paham bagaimana kerja keras kemenhub dalam berupaya menurunkan harga tiket pesawat. "Publik tentunya tahu bagaimana keseriusan pemerintah saat ini merespons keinginan masyarakat. Termasuk bagaimana kerja keras menhub dalam menurunkan tiket. Saya kira enggak perlu ditanggapi desakan mundur itu," ungkapnya.

Pada Rabu (15/5/2019), Budi meneken aturan anyar tiket pesawat sebagai pengganti Keputusan Menhub (Kepmen) Nomor 72 Tahun 2019. Dalam beleid no 72 itu, tarif batas bawah (TBB) dipatok 35% dari tarif batas atas (TBA). Sementara beleid anyar menurunkan tarif TBA sebesar 12%-16%. Dan, aturan ini mulai berlaku hari ini (Kamis, 16/5/2019).[ipe]

Komentar

x