Find and Follow Us

Kamis, 21 November 2019 | 13:20 WIB

Meski TBA Turun, Tiket Pesawat Tetap Saja Mahal

Senin, 20 Mei 2019 | 02:29 WIB
Meski TBA Turun, Tiket Pesawat Tetap Saja Mahal
(Foto: ist)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, melalui Direktorat Angkutan Udara, Kementerian Perhubungan menilai, tarif pesawat di Bandara Soekarno-Hatta sudah sesuai aturan tarif batas atas (TBA) dan tarif batas bawah (TBB).

"Pemantauan yang dilakukan Sabtu (18/9) bertujuan untuk memastikan operator penerbangan mematuhi aturan Keputusan Menteri (KM) 106 tahun 2019 tentang Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Dalam Negeri," kata Kepala Bagian Kerja Sama Internasional, Humas dan Umum Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Hari Budianto dalam rilis kepada media di Jakarta, Minggu (19/5/2019).

Pengawasan dilakukan pada tujuh Badan Usaha Angkutan Udara (BUAU) yaitu Garuda Indonesia sebanyak 12 rute, Batik Air sebanyak 11 rute, Sriwijaya sebanyak 10 rute, Citilink sebanyak 10 rute, Lion Air sebanyak 18 rute, Indonesia AirAsia sebanyak 3 rute dan Trigana Air sebanyak 1 rute.

Pada rute yang dipantau, BUAU telah menyesuaikan tarifnya sesuai KM 106 tahun 2019. Untuk penjualan 18 Mei 2019 di antaranya, Garuda Indonesia yang masuk kelompok full service, menerapkan harga tiket 100% dari TBA yang ditentukan dalam peraturan.

Misalnya, harga tiket JakartaBanda Aceh, sesuai TBA maksimal sebesar Rp2.228.000. Dengan menerapkan tarif 100% TBA maka tiket Garuda sebesar Rp2.228.000. Rute Jakarta-Padang TBA maksimal Rp1.476.000.

Sedangkan Batik Air yang merupakan kelompok full service, penerapan TBA adalah beragam mulai 100% hingga 87,81% dari TBA yang ditentukan dalam peraturan. Misalnya rute Jakarta-Padang, TBA maksimal Rp1.476.000 dengan penerapan 100% dari TBA maka harga tiketnya Rp1.476.000.

Untuk rute JakartaDenpasar, TBA maksimal Rp1.431.000 dengan penerapan tarif 91,13% dari TBA menjadi Rp1.304.000.

Sedangkan Sriwijaya Air yang merupakan kelompok medium service, penerapan TBA dimulai dari 99,92% hingga 100%. Untuk rute JakartaPalembang TBA maksimal Rp759.600 dengan penerapan 99,92% TBA harga tiketnya menjadi Rp759.000. Sedangkan rute Jakarta-Makassar, TBA maksimal Rp1.647.000 dengan penerapan tarif 100% dari TBA, menjadi Rp1.647.000.

Sedangkan Lion Air yang merupakan kelompok standar minimum, penetapan harga tiketnya sebesar 70,44% sampai 99,94% dari TBA yang ditentukan. Untuk rute JakartaMalang, TBA maksimal Rp1.015.000. Dengan penerapan tarif 70,44% dari TBA menjadi Ro715.000. Rute Jakarta-Kendari, TBA maksimal Rp1.815.000 dengan penerapan tarif 99,94% dari TBA, menjadi Rp1.814.000.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B. Pramesti memastikan bahwa tarif jarak yang diterapkan oleh operator penerbangan harus sesuai dengan peraturan yang berlaku dan apabila melanggar akan diberikan sanksi administratif.

"Pantauan hari kedua terkait tarif di Bandar Udara Soekarno Hatta, tidak terdapat pelanggaran saat kami lakukan pengecekan dan kami tidak akan segan-segan memberikan sanksi apabila ditemukan operator penerbangan yang menjual tarif tiket penumpang melampaui TBA," tegas Polana.

Penerapan tarif yang dilakukan oleh maskapai adalah tarif dasar yang berlaku sesuai peraturan yaitu tarif jarak yang belum ditambahkan komponen pajak, iuran wajib asuransi dan biaya tuslah atau surcharge.

Dari simulasi di atas jelaslah kalau tiket pesawat tetap saja mahal. Meski Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi telah menurunkan TBA 12%-16%. Jangan harap rakyat berkocek tipis mampu naik pesawat. [tar]

Komentar

x