Find and Follow Us

Minggu, 15 September 2019 | 17:49 WIB

SKK Migas Desak Pertamina Ambil LNG di Muara Bakau

Oleh : Indra Hendriana | Rabu, 22 Mei 2019 | 00:29 WIB
SKK Migas Desak Pertamina Ambil LNG di Muara Bakau
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Kargo atau tanki gas alam cair (LNG) yang dipasok Eni Muara Baku berpotensi penuh. Hal itu dikarenakan tidak ada pengapalan ke pembeli.

Menurut Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Wisnu Prabawa Taher, tidak adanya pengapalan karena pembeli yang ditunjuk oleh PT Pertamina meminta perubahan jadwal pengapalan kargo di Mei 2019.

"Perubahan tersebut akan berdampak terjadi potensi unmanageable high inventory di Kilang Bontang pada akhir Mei 2019," kata Wisnu dalam keterangan resmi, Selasa (21/5/2019).

Mengantisipasi hal tersebut, SKK Migas telah berkoordinasi dengan para pihak (penjual/Pertamina dan Kilang Bontang) untuk melakukan mitigasi. Antara lain mendesak Pertamina untuk tetap mengambil kargo LNG Muara Bakau sesuai dengan jadwal.

Kemudian mempersiapkan hal teknis untuk menghindari unmanageable high inventory di Kilang Bontang. "Dan mencegah terjadinya penurunan suplai gas dari Muara Bakau," kata dia.

Hingga saat ini SKK Migas terus berupaya melakukan mitigasi dan menjaga monetisasi gas bumi dengan maksimal, guna memberikan manfaat sebesar-besarnya untuk pemerintah.

SKK Migas sebelumnua menyatakan ada 11 kargo LNG yang belum terjual atau uncommitted, yang disebabkan berkurangnya penyerapan LNG dari PT PLN (Persero). "Tahun ini untuk kepentingan PLN harusnya ada 17 kargo LNG, tetapi PLN minta 6 kargo saja. Jadi kami menjual 11 kargo ini," kata Wakil Kepala SKK Migas Sukandar beberapa waktu lalu.

Nah, LNG jatah PLN yang tak terserap ini seluruhnya berasal dari Kilang LNG Bontang, Kalimantan Timur. Apabila tidak terserap, maka ada potensi tangki penampungan gas di hulu bisa penuh sehingga produksi harus dipangkas. [ipe]

Komentar

x