Find and Follow Us

Kamis, 22 Agustus 2019 | 10:48 WIB

Tiket Mahal, Bos AP I Optimis Penumpang Bakal Naik

Kamis, 23 Mei 2019 | 07:09 WIB
Tiket Mahal, Bos AP I Optimis Penumpang Bakal Naik
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Lantaran harga tiket pesawat masih tergolong mahal, sebagian besar pemudik akan beralih ke transportasi bus. Yang penting kantong tidak jebol. Benarkah?

Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero/AP I), Faik Fahmi menyebut adanya optimisme dari kalangan maskapai penerbangan atau airlines. "Tiap hari saya selalu berkomunikasi dengan stakeholder airlnes. Rata-rata mereka optimis kok. Bahwa pertumbuhan penumpang tahun ini, bisa lebih baik dari tahun lalu. Meski harga tiket mahal," paparnya dalam acara buka puasa bersama awak media di Jakarta, Rabu (22/5/2019).

Kata Faik, persepsi tiket pesawat mahal, tentunya tidak bisa digeneralisir. Sejumlah maskapai penerbangan terlihat masih optimis akan bisnis airlines di tanah air. "Pihak Garuda dan Lion mengaku ada pertumbuhan dari 3 persen hingga 5 persen," ungkapnya.

Selain itu, Faik meyakini, masyarakat yang ingin mudik cepat dan nyaman dengan menggunakan pesawat terbang, tidak akan segan untuk mengeluarkan dana lebih. "Apalagi Lebaran itu kan momentum spesial. Semuanya ingin berkumpul dengan keluarga di Hari Raya. Meski mahal, tidak apalah. Apalagi THR sebentar lagi turun," paparnya.

Sebelumnya, Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Agus Taufik Mulyono memprediksi adanya peningkatan pemudik dari Jabodetabek dengan menggunakan bus ke Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Pemicunya, ya itu tadi, masih mahalnya harga tiket pesawat. "Prediksi dominasi bus yang masih digunakan oleh sepertiga pemudik," katanya dalam diskusi publik Persiapan Angkutan Mudik Lebaran Tahun 2019 di Jakarta, Selasa (22/5/2019).

Selain mahalnya harga tiket pesawat, tambah dia, kehadiran Tol Trans Jawa juga menjadi salah satu alasan masyarakat lebih memilih pergi menggunakan bus. Jalan Tol Trans Jawa disebut-sebut akan mempersingkat waktu tempuh pemudik asal Jabodetabek menuju wilayah timur.

Berdasarkan catatan Badan Litbang Perhubungan, moda transportasi bus menjadi pilihan utama bagi 4,4 juta orang pemudik pada Lebaran 2019.

Moda lainnya adalah mobil pribadi sebanyak 4,3 juta pemudik (28,9%), kereta api 2,5 juta orang (16,7%), pesawat udara 1,4 juta orang (9,5%), sepeda motor 942 ribu orang (6,3%).

Jawa Tengah menjadi tujuan mudik terbanyak pada Lebaran 2019 sekitar 5,6 juta orang, atau 37,68%. Disusul tujuan Jawa Barat sebanyak 3,7 juta orang (24,89%) dan Jawa Timur sebanyak 1,7 juta orang (11,14%)."Dominasi moda angkutan darat menuntut kesiapan manajemen infrastruktur, rekayasa lalu lintas, dan kesiagaan seluruh personel kepolisian, perhubungan, bina marga, operator jalan tol," ujar Agus. [tar]

Komentar

Embed Widget
x