Find and Follow Us

Rabu, 26 Juni 2019 | 14:19 WIB

Libur Lebaran 2019

Konsumsi Setrum Jawa-Bali Ngedrop 10 Ribu MW

Jumat, 24 Mei 2019 | 14:09 WIB
Konsumsi Setrum Jawa-Bali Ngedrop 10 Ribu MW
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Selama libur Lebaran, konsumsi listrik Jawa-Bali akan mengalami penurunan. Ya; karena industri banyak yang libur alias tak beroperasi. Tentunya penurunan cukup tajam.

Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah Amir Rosidin mengatakan, biasanya beban puncak Jawa-Bali sebesar 27.817 Mega Watt (MW). Tapi pada saat libur lebaran beban puncak hanya 17.179 MW. Artiya penurunan sekitar 10.000 MW. "Jumlah ini cukup untuk melayani beban puncak lebaran yang diperkirakan mencapai Cadangan Operasi 10.637 MW dan Reserve Margin 62 persen," kata Amir, Jakarta, Kamis (19/5/2019).

Penurunan konsumsi listrik, kata dia, terjadi secara bertahap. Yakni mulai 31 Mei 2019 sampai 9 Juni 2019. Penurunan terendah terjadi saat puncak perayaan Lebaran Idul Fitri yang diperkiraan jatuh pada 5 Juni 2019. "Ini cukup panjang, hampir dua minggu ya," ujar dia.

Berdasarkan pengalaman selama ini, beban puncak pada saat Idul Fitri pada umumnya lebih rendah dibandingkan dengan beban puncak pada kondisi hari kerja, kondisi ini disebabkan banyaknya industri dan bisnia yang berhenti beroperasi karena libur lebaran.

"karena banyaknya industri dan perkantoran yang libur, biasanya memang beban puncak menurun, namun kami akan tetap pastikan suplai dan keandalan tetap terjaga" tuturnya.

Meski demikian PLN akan menyiapkan satuan tugas distribusi yang tersebar di seluruh wilayah. Hal ini untuk menjamin pasokan listrik dan antisipasi gangguan jaringan selama Ramadhan hingga lebaran nanti.

"PLN telah menetapkan masa siaga Lebaran dari H-15 sampai dengan H+15 dengan membentuk Posko Lebaran yang beroperasi 24 jam. Meski kebutuhan pasokan listrik saat Lebaran menurun, kehandalan sistem harus dijaga," Kata dia. [ipe]



Komentar

x