Find and Follow Us

Senin, 17 Juni 2019 | 04:54 WIB

Bea Cukai dan Polda Sumut Ungkap Daun Khat 16 Kg

Jumat, 24 Mei 2019 | 14:45 WIB
Bea Cukai dan Polda Sumut Ungkap Daun Khat 16 Kg
(Foto: BeaCukai)

INILAHCOM, Kualanamu - Bea Cukai Kualanamu mengungkapkan keberhasilannya mengagalkan upaya penyelundupan barang melalui kiriman pos berupa daun Khat (Katinon) sebanyak 2 karton dengan berat sekitar 16 kg pada Selasa (21/5/2019).

Keberhasilan ini merupakan hasil sinergi Bea Cukai Kualanamu, Bea Cukai Sumatera Utara dan Ditres Narkoba Polda Sumatera Utara. Sebelumnya tim gabungan berhasil melakukan penindakan pada Rabu (15/5/2019) dan Jumat (17/5/2019) di Kantor Pos Lalu Bea Tanjung Morawa.

Kepala Kantor Bea Cukai Sumatera Utara, Oza Olavia mengungkapkan bahwa barang kiriman tersebut dikirim dari negara Ethiopia dengan sebelumnya diberitahukan dalam Consignment Note (CN) berupa pakaian dengan penerima berbeda yang beralamat di Medan Helvetia dan Tanjung Balai Asahan.

"Koordinasi antara Bea Cukai Kualanamu, Bea Cukai Sumatera Utara, Kantor Pos Lalu Bea Tanjung Morawa dan Ditresnarkoba Polda Sumatera Utara berhasil mengamankan pelaku berinisial Has (46) sebagai penerima barang di Tanjung Balai Asahan. Untuk penerima barang yang berada di Medan Helvetia sampai saat ini masih dalam tahap pengembangan," ungkap Oza.

Oza menyebutkan keberhasilan ini adalah salah satu upaya bersama yang dilakukan dengan reka-rekan Polda Sumatera Utara dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumatera Utara. "Ini merupakan upaya nyata dari sinergi terkait dengan Nota Kesepahaman (MoU) Tim Interdiksi Terpadu di Bandar Udara dan Pelabuhan Laut dalam rangka Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Sumatera Utara yang disepakati bersama.

Sementara itu Kepala BNN Sumatera Utara Brigjen Pol Atrial juga menyatakan bahwa saat ini beredar lebih kurang 803 jenis Narkotika jenis baru hasil dari penelitian United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC), dan termasuk sudah beredar di Indonesia sebanyak 72 jenis. "Sumatera Utara berada di urutan ke 2 dengan jumlah 256.000 jiwa masyarakatnya terpapar narkotika termasuk yang kecanduan dan coba pakai," jelas Atrial.

Total seluruh masyarakat Indonesia yang sudah terkontaminasi narkotika sejumlah 3,7 juta jiwa. Hal ini berdasarkan survei prevalensi yang dilaksanakan BNN dengan Pusat Penelitian Kesehatan (Puslitkes) Universitas Indonesia pada tahun 2017. [*]

Komentar

x