Find and Follow Us

Minggu, 25 Agustus 2019 | 01:50 WIB

DPR Nilai Tarif Feri di Merak Tak Sebanding Risiko

Oleh : Wahid Ma'ruf | Minggu, 26 Mei 2019 | 08:53 WIB
DPR Nilai Tarif Feri di Merak Tak Sebanding Risiko
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Cilegon - DPR menilai tarif tiket kapal feri yang dikelola oleh PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) yang melayani penyeberangan Pelabuhan Merak di Cilegon, Banten dan Pelabuhan Bakauheni, Lampung, perlu dievaluasi secara bertahap.

Karena tarif yang telah diberlakukan sekarang sebesar Rp15 ribu per orang secara keuntungan, tidak terlalu besar. Padahal faktor keselamatan dan keamanan juga harus diperhitungkan.

"Kalau kita lihat tarif tiket sebesar Rp 15 ribu memang secara keuntungan mepet. Apalagi jika tidak ada subsidi bahan bakar, mungkin sudah rugi. Kita juga harus mengukur komponen daya beli masyarakat. Kalau daya beli sudah menunjukkan perbaikan, tentu secra bertahap bisa dinaikkan," kata Anggota Komisi VI DPR, Darmadi Durianto usai mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI meninjau Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, seperti mengutip dpr.go.id.

Menurut Darmadi, tarif tiket harus berbanding lurus dengan pelayanan. Sebab jika tarif tiket murah, kerap pelayanannya akan menurun.

Menurut dia, yang paling penting jangan membuat masyarakat kecewa. "Sejauh masih tidak mengganggu keuangan, perusahaan masih bisa layak dijalankan, namun jangan mengurangi pelayanan pada masyarakat," pesan Darmadi.

Selain itu, harap politisi F-PDI Perjuangan ini, di sisi lain ada tanggung jawab sosial pelayanan kepada masyarakat dengan menggunakan dana Corporate Social Responsibility (CSR), sehingga diharapkan masyarakat bisa membeli tiket dengan harga yang lebih terjangkau.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Ira Puspadewi mengatakan, harga tiket penumpang sebesar Rp15 ribu hanya mendapat keuntungan sedikit, apalagi jika tidak ada subsidi bahan bakar.

"Dengan tarif seperti itu, faktor keselamatan dan pelayanan tetap kami utamakan. Namun, perusahaan sampai saat ini masih bisa menutupi kekurangan ini dari keuntungan pelabuhan dan baru dibukanya layanan eksekutif," terangnya.

Sementara DPR merasa lega dengan hasil pembangunan konektifitas infrastruktur semakin baik seperti mulai beroperasinua tol trans Sumatera yang bisa memangkas jarak perjalanan, sehingga pemudik yang diprediksi yang melonjak bisa ncapai 15 persen dapat terlayani.

"Diprediksi akan ada lonjakan penumpang yang tinggi dibanding 2 tahun sebelumnya. Tentu, kita harus antisipasi lebih maksimal, artinya kita lebih baik menyiapkan slot yang lebih besar, sehingga ketika terjadi lonjakan itu masih dalam koridor yang bisa diantisipasi," ujar Ketua Komisi VI DPR, Teguh Juwarno saat memimpin Kunjungan Kerja Spesifik tersebut.

Menurut Teguh, sejauh ini pihaknya sudah puas dengan kesiapan PT. ASDP dan pihak terkait lainnya dalam mengantisipasi lonjakan pemudik Lebaran 2019 ini. "Bahkan ada hal membanggakan, saat ini sudah ada layanan eksekutif, naik kelas dari layanan reguler. Dari sisi kecepatan lebih cepat 1 jam, yang awalnya ditempuh 2 jam. Kemudian, sekarang ada mall di pelabuhan, jadi kalau mereka menunggu situasinya lebih nyaman," terang Teguh.

Selain itu, politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini juga mengapresiasi skema-skema yang dibuat untuk mengurangi penumpukan penumpang di jam-jam tertentu. Misalnya, memberikan diskon untuk penyeberangan Merak-Bakauheni dan sebaliknya pada waktu siang hari. Karena kebiasaannya para penumpang lebih suka menyeberang pada malam hari.

"Tapi sekali lagi itu semua adalah gimmick agar penyeberangan tidak menumpuk pada jam-jam tertentu, khusunya di malam hari. Ini patut kita apresiasi sebagai salah satu upaya terobosan untuk menghindari penumpukan penumpang," pungkas politisi dapil Jawa Tengah IX ini sembari berharap kejadian-kejadian yang tidak diinginkan pada mudik tahun-tahun lalu terjadi lagi, seperti antrean masuk kapal yang terlalu panjang.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi mengatakan prediksi lonjakan penumpang pada tahun ini mencapai 15 persen dikarenakan dua hal. "Pertama karena telah tersambungya Tol Trans Sumatera, dan kedua harga tiket pesawat semakin kurang terjangkau," terang Ira.

Untuk itu, PT ASDP telah mengantisipasi hal ini. Diantaranya, ada layanan khusus kapal eksekutif, penambahan dermaga dan digitalisasi tiket dengan KTP-elektronik. "Kita harapkan semua prosesnya berjalan mulus dengan waktu layanan menjadi lebih singkat. Kemudian ada beberapa rekayasa yang dilakukan dengan pemberlakuan ganjil genap di malam hari, sehingga orang akan terdorong mudik pada siang hari, dan diskon untuk tiket kapal di siang hari," jelas Ira.

Komentar

x