Find and Follow Us

Minggu, 16 Juni 2019 | 21:05 WIB

KPR BTN Melompat Pertanda Properti Masih Oke

Senin, 27 Mei 2019 | 07:09 WIB
KPR BTN Melompat Pertanda Properti Masih Oke
(inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Hingga April 2019, program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, mampu tumbuh 22,29% secara tahunan (year on year/yoy). Pertanda baik bagi pasar properti di tanah air.

Di mana, KPR dari Bank berkembang dari Rp150,9 triliun pada April 2018, menjadi Rp184,53 triliun pada April 2019. Sedangkan di tahun ini, perseroan menargetkan pertumbuhan KPR bisa 25%.

Direktur Utama Bank BTN, Maryono di Jakarta, Minggu (26/5/2019), mengatakan, pertumbuhan KPR hingga April 2019, didominasi KPR subsidi yang naik 29,37% secara tahunan (yoy), menjadi Rp104,13 triliun dari Rp80,49 triliun di April 2018.

"KPR kami sangat terakselerasi melebihi rata-rata industri nasional. Dibandingkan dari data Bank Indonesia per Maret 2019, KPR secara nasional hanya tumbuh sebesar 13,2 persen (yoy), turun dari 13,7 persen (yoy) pada bulan sebelumnya," ujar Maryono dengan raut wajah sumringah.

Selain KPR Subsidi, Bank BTN mencatat KPR non-subsidi bertumbuh 14,19% (yoy) menjadi Rp80,4 triliun pada April 2019, dari Rp70,41 triliun pada periode sama 2018.

Untuk mendongkrak penyaluran KPR, Maryono mengatakan BTN siap menjadi mitra utama dari Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera).

Sebab, menurut dia, BP Tapera ini memiliki potensi yang cukup besar dalam pendanaan khususnya setelah merangkul seluruh peserta dari Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI dan Polri.

"Ini bisa menjadi stimulus bagi industri pembiayaan perumahan untuk tumbuh positif. Potensi peserta Tapera diperkirakan mencapai sekitar 139 juta orang pada 2024," ujar dia.

BP Tapera dapat menjadi lembaga pembiayaan yang mengucurkan dana murah bersifat jangka panjang. Dana murah ini tentu menjadi incaran lembaga-lembaga jasa keuangan yang memiliki segmen bisnis di kepemilikan rumah. Per April 2019, BP Tapera telah memiliki dana senilai Rp10,4 triliun.

BP Tapera menargetkan untuk dapat beroperasi penuh pada 2020. BP Tapera merupakan lembaga yang dibentuk untuk menggantikan Badan Pertimbangan Tabungan Perumahan Pegawai Negeri Sipil (Bapertarum PNS) sesuai amanat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2016 tentang Tabungan Perumahan Rakyat.

Direktur Konsumer BTN Budi Satria, mengatakan, idealnya Bank BTN dapat menjadi penyalur dari 95% dana BP Tapera. Lantaran, saat ini Bank BTN menguasai 92,6% pangsa pasar KPR subsidi. "Tapi kita belum tahu, BP Tapera kan beroperasi di 2020. Namun kita pasti bisa kelola lebih dari 50 persen dananya," ujar Budi.

Jika BTN menjadi mitra utama BP Tapera, maka pertumbuhan penyaluran KPR Subsidi BTN, kata Budi akan melebihi 30%. Saat ini, BTN juga sedang memproses akuisisi perusahaan manajer investasi untuk mengelola dana jangka panjang termasuk dana dari BP Tapera. BTN telah mengajukan untuk mengakuisi 30% saham terlebih dahulu di kepemilikan PT Permodalan Nasional Madani Investment Management (PNMIM) pada pertengahan 2019 ini.

Pada 2020, BTN menargetkan bisa menggenggam 85% saham PNMIM, atau menjadi pemilik mayoritas PNMIM dengan persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). [tar]

Komentar

x