Find and Follow Us

Kamis, 19 September 2019 | 12:17 WIB

Kembangkan Bioprospecting Mikroba, KLHK: Good News

Oleh : M Fadil Djailani | Senin, 27 Mei 2019 | 19:13 WIB
Kembangkan Bioprospecting Mikroba, KLHK: Good News
Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) KLHK, Wiratno
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Balai Taman Nasional Gunung Ciremai Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bekerjasama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) sedang mengembangkan bioprospecting mikroba berguna sebagai upaya untuk meningkatkan produktifitas pertanian sehat tanpa pupuk kimia dan pestisida.

Nantinya temuan hasil penelitian yang dipimpin oleh Dr. Suryo Wiyono ini akan sangat bermanfaat bagi lingkungan yang memanfaatkan bioprospecting mikroba. Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) KLHK, Wiratno mengatakan, capaian ini merupakan kabar yang sangat baik dari isu lingkungan hidup di tanah air.

"Ini good news is good news, bukan bad news is good news, temuan Dr. Suryo betapa penting buat kawasan konservasi di seluruh Indonesia, ini bukan hanya tentang climate change (perubahan iklim) sumber daya alam, airnya dan juga habitatnya, ini tentang keanekaragaman hayati," kata Wiratno di Kementerian LHK, Jakarta, Senin (27/5/2019).

Informasi saja pada saat ini, sebagian besar petani dari 54 Desa penyangga langsung menggunakan bahan kimia buatan sebagai penyubur tanaman maupun sebagai pembasmi hama.

Praktek yang sudah dilakukan bertahun-tahun tersebut dikhawatirkan akan mengganggu keseimbangan ekosistem alam, baik yang ada di dalam kawasan TNGC maupun di luar kawasan, hal inilah yang menjadi keprihatinan Saudara Padmo Wiyoso dan mulai tahun 2017 dilakukan kerjasama penelitian antara Balai TNGC dengan Departemen Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian IPB.

Penelitian dilakukan oleh pejabat fungsional Pengendali Ekosistem Hutan/PEH Balai TNGC dan peneliti dari Laboratorium Departemen Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian IPB yang dipimpin oleh Dr. Suryo Wiyono.

Sebanyak 37 sampel dikumpulkan dari tanah, akar-akaran dan daun dari berbagai tanaman untuk mendapatkan mikroba berguna. Berdasarkan hasil isolasi, uji hemolysis, dan uji hipersensitif, menghasilkan tiga kelompok mikroba yang berguna bagi tanaman.

Pertama, cendawan patogen serangga hama, khususnya kelompok wereng dan kutukutuan, yaitu cendawan HirsutelIa sp dan LecanicilIium sp.

Kedua, isolat bakteri pemacu pertumbuhan (Plant Growth Promoting Rhizobacterial/PGPR) yaitu C71 yang mampu meningkatkan panjang akar bibit tomat 42.35%, dan meningkatkan daya kecambah sebesar 178%. PGPR tersebut juga mampu membuat tomat lebih tahan penyakit bercak daun.

Ketiga, bakteri yang paling efektif dalam menekan dampak frost bagi tanama, yaitu PGMJ 1 (asal Kemlandingan Gunung) dan A1 (Asal Anggrek Vanda sp) keduanya dengan tingkat keefektifan 66,67%. [ipe]


Komentar

x