Find and Follow Us

Kamis, 22 Agustus 2019 | 13:02 WIB

KKP Bongkar 21 Rumpon Ilegal Milik Filipina

Selasa, 28 Mei 2019 | 18:01 WIB
KKP Bongkar 21 Rumpon Ilegal Milik Filipina
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP, Agus Suherman

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menertibkan 21 alat bantu penangkapan ikan atau rumpon ilegal di perairan Sulawesi Utara (Sulut). Letaknia di perbatasan RI dengan Filipina.

"Penertiban tujuh rumpon dilakukan pada Sabtu (25/5) dan 14 rumpon lainnya pada Minggu (26/5) oleh Kapal Pengawas Perikanan Orca 04 yang dinakhodai Capt Eko Priyono," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP, Agus Suherman, Selasa (28/5/2019).

Ia mengemukakan, rumpon-rumpon yang ditertibkan itu, dipasang di perairan Indonesia tanpa izin dan diduga kuat dimiliki oleh nelayan asing. Berdasarkan identitas yang diperoleh, kata Agus, rumpon-rumpon tersebut diduga kuat dimiliki oleh nelayan Filipina.

Selain itu, pemasangan rumpon oleh oknum warga Filipina di perairan Indonesia disinyalir untuk meningkatkan hasil tangkapan. Hal itu, ujar dia, tentu dapat merugikan nelayan Indonesia karena ikan-ikan akan berkumpul di area rumpon dan kemudian ditangkap oleh nelayan Filipina.

Selanjutnya rumpon-rumpon tersebut dibawa dan diserahkan ke Pangkalan PSDKP Bitung, Sulawesi Utara. Sesuai Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No 26/Permen-KP/2014 tentang Rumpon, setiap orang yang melakukan pemasangan rumpon di Wilayah Pengelolaan Perikanan Republik Indonesia (WPP-RI) wajib memiliki surat izin pemasangan rumpon (SIPR). [tar]

Komentar

x