Find and Follow Us

Senin, 23 September 2019 | 23:29 WIB

Berburu Berkah Ramadan

Muliaman Ingin Muslim RI Punya Masjid di Swiss

Kamis, 30 Mei 2019 | 15:50 WIB
Muliaman Ingin Muslim RI Punya Masjid di Swiss
Duta besar RI untuk Swiss merangkap Liechtenstein, Muliaman D Hadad (tengah) - (Foto: Dok)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Di tengah kesibukan menjalankan tugas sebagai duta besar RI untuk Swiss merangkap Liechtenstein, Muliaman D Hadad mendorong pembangunan Masjid di Bern, Swiss.

Hal ini bakal menjadi sejarah baru. Pasalnya, masjid ini adalah masjid pertama yang dibangun komunitas Muslim di Swiss. Memang ada masjid di Swiss yang didirikan komunitas Muslim dari negara lain. Misalnya dari Turki.

Ya, Indonesia sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia, selayaknya memiliki masjid di kantor kedutaan besar. Di mana banyak warga Muslim asal Indonesia menetap di negeri tersebut, termasuk di Swiss. "Selama ini, biasanya shalat seringnya di rumah. Atau di masjid komunitas muslim Turki atau negara lain. Karena masjid yang khusus dari komunitas Muslim Indonesia belum ada," papar Muliaman.

Padahal, sejak 2005, jumlah anggota komunitas Muslim Indonesia yang menetap di Kota Bern dan sekitarnya, terus bertambah. Jadi, sudah layak ada masjid yang menjadi simbol bagi umat Muslim Indonesia di Swiss.

Dengan adanya masjid, komunitas Muslim asal Indonesia bisa menggelar pertemuan rutin bulanan, atau kegiatan kemasyarakatan lainnya. Masjid ini bisa menjadi pusat kegiatan Islamic Center. Lalu apa namanya? "Namanya Masjid Jami' Swiss," ungkap Muliaman.

Masih kata Muliaman yang pernah menjabat Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) ini, dengan berdirinya masjid dan Islamic Center, bisa semakin mengenalkan budaya Islam Indonesia. Sekaligus promosi kebudayaan termasuk potensi wisata.

Gayung bersambut, Indonesische Islamischer Kultur Verein (IIKV), sebuah organisasi non-profit yang didirikan warga Indonesia yang berdomisili di Bern, sangat mendukung rencana pembangunan masjid serta Islamic Center. Melalui IIKV, saat ini sudah terbentuk panitia pembangunannya.

Hanya saja, lanjut Muliaman, mendirikan bangunan di Swiss bukanlah perkara mudah. Apalagi untuk rumah ibadah, harus mengikuti aturan. Semisal, tidak diperkenankan membangun kubah. selain itu, pemerintah Swiss ketat dalam membatasi tinggi bangunan. "Jadi Masjid di Swiss enggak boleh ada kubahnya. Dan, suara adzan hanya boleh di dalam masjid," papar Muliaman.

Oh, iya. Soal biaya bagaimana? Nah ini juga penting. Biaya lahan dan bangunan di Swiss ternyata cukup mahal. Saat ini, IIKV berencana membeli sebuah bangunan di Alpenblickstrasse 13, 3052 Zollikofen.

Mau tahu harganya? Mencapai CHF 3.000.000 (Swiss Franc). Kalau di-rupiahkan hampir setara Rp43 miliar (kurs Rp14.250/CHF). Bagi yang ingin membantu, sebuah rekening di Bank Muamalat Indonesia dengan nama Masjid IIKV Swiss dengan nomor rekening 3330013547. Untuk sebuah niat baik, percayalah, selalu ada kemudahan. [ipe]

Komentar

Embed Widget
x