Find and Follow Us

Kamis, 22 Agustus 2019 | 13:08 WIB

Perangi Ilegal Fishing, KKP Minta Dukungan Dunia

Kamis, 30 Mei 2019 | 19:30 WIB
Perangi Ilegal Fishing, KKP Minta Dukungan Dunia
Kepala Badan Riset dan SDM KKP, Sjarief Widjaja - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus mengupayakan agar upaya pemberantasan praktik IUU Fishing, atau pencurian ikan mendapat dukungan internasional.

"Kunci untuk pemberantasan IUU Fishing adalah jika negara memiliki kebijakan nasional dan dukungan politik yang kuat untuk memerangi IUU Fishing. Kami mendorong negara untuk membuat kebijakan yang ketat, berinvestasi dalam meningkatkan kapasitas penegakan hukum, dan mengambil langkah-langkah penegakan hukum yang kuat untuk menutup pintu terjadinya IUU Fishing," kata Kepala Badan Riset dan SDM KKP, Sjarief Widjaja dalam rilis di Jakarta, Kamis (30/5/2019).

Sjarief mengemukakan hal tersebut dalam Konferensi Internasional Blue Economy Growing Blue: Sustainable and Shared Use of the Oceans" yang diselenggarakan di Maputo, Mozambik, pada 23-24 Mei 2019.

Menurut Sjarief, memberantas IUU Fishing melalui berbagai forum kerja sama regional dan internasional penting dilakukan karena pelakunya kerap bersifat lintas negara. Selain itu, aktivitas penangkapan ikan secara ilegal juga dilakukan oleh kapal-kapal asing dengan ABK dari berbagai kewarganegaraan.

Untuk itu, Kepala Badan Riset dan SDM KKP menyerukan pentingnya dukungan politik, kebijakan nasional, dan kapasitas penegakan hukum untuk memberantas IUU Fishing.

Kehadiran Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada Konferensi Internasional Blue Economy itu adalah dalam rangka memenuhi undangan Menteri Kelautan, Perairan Umum, dan Perikanan Mozambique, Agostino Salvador Mondalane.

Hadirnya Indonesia dalam konferensi ini, tak lain karena Indonesia dianggap sukses dalam menangani permasalahan kejahatan perikanan IUU Fishing.

Sjarief menyampaikan, penanggulangan kejahatan IUU Fishing di Indonesia yang berhasil meningkatkan ketersediaan dan kelestarian sumber daya perikanan di perairan nasional.

"Perang melawan IUU Fishing yang hingga kini dilaksanakan di Indonesia, membuat stok ikan di laut Indonesia bertambah dari 7,31 juta ton di tahun 2013 menjadi 12,54 juta ton pada 2016. Dan saat ini jumlahnya diperkirakan terus meningkat. Oleh karena itu, kami mendorong negara-negara maju dapat memberikan bantuan kepada negara berkembang untuk memperkuat kapasitasnya guna memerangi IUU Fishing dan kegiatan-kegiatan kriminal yang terkait. Mari kita bersama melindungi lautan kita," ujarnya. [tar]

Komentar

x