Find and Follow Us

Sabtu, 7 Desember 2019 | 23:56 WIB

Beban Turun, S&P Naikkan Rating Utang Jadi Stabil

Oleh : Wahid Ma'ruf | Sabtu, 1 Juni 2019 | 11:01 WIB
Beban Turun, S&P Naikkan Rating Utang Jadi Stabil
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Lembaga pemeringkat utang S&P menaikkan kembali peringkat utang (rating) Indonesia satu tingkat menjadi BBB, dengan outlookstable.

Padahal pada bulan Mei 2017, S&P telah menaikkan peringkat utang Indonesia ke dalam kategori investment gradedi level BBB-/stable yang kemudian di afirmasi kembali pada bulan Mei 2018 pada level yang sama.

Dengan demikian, kenaikan peringkat kredit Indonesia saat ini merupakan suatu capaian yang sangat membanggakan, karena langsung naik dari BBB-/stable menjadi BBB/stable, tanpa melalui BBB-/positive.Dalam laporannya, S&P menyatakan ekonomi Indonesia secara konsisten lebih baik dari negara-negara peerspada tingkat pendapatan yang sama seperti mengutip keterangan resmi Kemenkeu, Jumat (31/5/2019).

Kenaikan rating S&P merefleksikan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kuat. Kebijakan Pemerintah telah efektif dalam mempromosikan keuangan publik yang berkelanjutan (sustainable public financed)dan pertumbuhan ekonomi yang seimbang. Pertumbuhan PDB per kapita riil di Indonesia mampu tumbuh 4,1persenberdasarkan rata-rata tertimbang 10 tahun. Sementara rata-rata pertumbuhan PDB per kapita riil seluruh dunia yang hanyasekitar 2,2persen.

S&P mengharapkan Indonesia tetap mempertahankan pertumbuhan ekonomi ini di tahun-tahun mendatang. Selanjutnya, S&P menyatakan peringkat Indonesia juga didukung oleh tingkat beban utang pemerintah yang rendah dan kinerja fiskal yang moderat.

S&P memandang beban utang pemerintah relatif ringan. S&P memproyeksikan rasio utang pemerintah akan stabil selama beberapa tahun ke depan, merefleksikan proyeksi keseimbangan fiskal yang stabil.

Fiskal defisit Pemerintah yang turun di tahun 2018, diharapkan tetap stabil di bawah 2,0 persen selama empat tahun mendatang. S&P juga memproyeksikan net general government debttetap berada di bawah 30 persend ari PDB, mengingat defisit fiskal dan pertumbuhan nominal PDB yang konsisten.

Kemudian S&P juga meyakini beban utang luar negeri Indonesia masih sangat amandikarenakan Indonesia masih sangat menarik bagi Foreign Direct Investment(FDI) serta kuatnya akses Indonesia di pasar keuangan Internasional beberapa tahun belakangan ini meskipun terjadi gejolak dan ketidakpastian.

Kenaikan peringkat utang Indonesia dari S&P pada posisi BBBdengan outlook stabletersebut menunjukkan kebijakan Pemerintah Indonesia selama ini sudah berada pada jalur yang tepat dimana kebijakan defisit diambil untuk memberikan stimulus perekonomian melalui strategi countercyclicaldalam rangka mempertahankan pertumbuhan ekonomi di atas 5%.

Selain itu, kenaikan ini menunjukkan kepercayaan lembaga internasional dalam hal ini lembaga pemeringkat kredit terhadap kinerja perekonomian Indonesia. Lebih jauh, kenaikan rating dari S&P ini diharapkan membawa dampak semakin meningkatnya FDI yang akan masuk ke Indonesia.

Komentar

Embed Widget
x