Find and Follow Us

Minggu, 16 Juni 2019 | 21:10 WIB

Asuransi Pertanian Terus Tunjukkan Tren Positif

Senin, 10 Juni 2019 | 06:00 WIB
Asuransi Pertanian Terus Tunjukkan Tren Positif
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Sejak pemerintah meluncurkan program asuransi pertanian, khusus Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) tahun 2015 dan Asuransi Usaha Ternak sapi/Kerbau (AUTS/K) tahun 2016, trennya menunjukkan angka positif. Jumlah petani atau peternak yang mengikuti program tersebut makin banyak.

"Dari tahun ke tahun semakin banyak peserta yang mengikuti asuransi pertanian," kata Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Sarwo Edhy, kemarin.

Tren posiitf tersebut terlihat dari realisasi luas lahan dan ternak yang tercover asuransi. Untuk AUTP, pada tahun 2015 baru sekitar 233.500 hektar (ha) dengan luas lahan yang klaim sebesar 3.492 ha. Kemudian tahun 2016 seluas 307.217 ha (klaim 11.107 ha).

Pada tahun 2017luas lahan yang didaftarkan petani mengikuti AUTP mencapai 997.961 ha, klaim kerugian tercatat25.028 ha. Adapun pada 2018 realisasinyasekitar 806.199,64 ha dari target 1 juta ha (80,62 persen)denganklaim kerugiantahun 2018 mencapai 12.194 ha (1,51 persen)."Tahunini (2019) kamitargetkan lahan yang tercover AUTP seluas1 juta ha. Kami prediksi dapattercapai," katanya.

Sementara untuk program AUTS/K, Sarwo mengungkapkan, juga ada progres positif. Misalnya tahun 2016, jumlah ternak yang terdaftar sebanyak 20 ribu ekor dengan jumlah klaim kerugian 697 ekor. Tahun 2017 sebanyak 92.176 ekor (klaim 3.470 ekor). Sedangkan tahun 2018 sebanyak 88.673 ekor dengan klaim 1.736 ekor.

Adanya tren positif peserta AUTP dan AUTS/K ini menurutnya, karena pelaksanaan asuransipertanianyangbekerjasamadengan PT AsuransiJasa Indonesia (Jasindo)ini memberikan berbagai keuntungan bagi petani/peternak.Bukan hanya nilai premi yang dibayarkan petani cukup murah, tapi juga memberikan ketenangan dalam berusaha.

"Petani dan peternak semakin mengerti manfaat dan peluang dari asuransi ini. Hanya dengan seharga satu bungkus rokok, petani dan peternak bisa tidur tenang. Petani tidak tahun lahannya rusak terkena banjir, kekeringan atau terserang hama penyakit," tuturnya.

Seperti diketahui,AUTP menawarkan ganti rugisebesarRp6 juta/hadengan masa pertanggungansampai dengan masa panen (4 bulan) denganpremi Rp180.000/ha. Pemerintah memberikan subsidi pembayaran premi sebesar Rp 144 ribu dan petani hanya menanggung Rp36.000.

Sementara AUTS/K menjaminhewanternakdenganpremiRp200.000 per ekor per tahun. Sebesar Rp160.000 ditanggungpemerintah dan sisaRp40.000 dariswadayapetani. Gantirugi yang dibayarkansebesarRp10 juta per ekorjikamati dan Rp7 juta per ekor jikahilang.

Sarwo mengakui, dampak lebih lanjut dari program ini petani/peternak semakin bersemangat dalam melakasanakan usaha tani/ternak. Sebab, petani tak perlu khawatir lagi dengan bencana yang bisa menimpa usahanya.

Karena itu Sarwo optimis target peserta yang kita tetapkan tahun ini bisa tercapai. Apalagi kinipendaftaranpeserta asuransi pertaniansudahbisamelaluionlineSIAP (SistemInformasiAsuransiPertanian). Sistem daring ini mempermudah petani untuk ikutprogram asuransiTani/Ternak. [*/psp]

Komentar

x