Find and Follow Us

Minggu, 25 Agustus 2019 | 10:54 WIB

BKP Gelar OP Cabai Percepat Stabilitasi Harga

Senin, 10 Juni 2019 | 16:15 WIB
BKP Gelar OP Cabai Percepat Stabilitasi Harga
(inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Stabilisasi harga pangan selama Ramadan dan Idul Fitri 1440 Hijriyah, mendapat apresiasi positif dari berbagai pihak. Karena, pemerintah mampu menjaga stabilitas harga di seluruh wilayah.

Tentu masih ada komoditas pangan khususnya cabai yang harganya fluktuatif, meskipun fluktuasi harga tersebut masih dianggap wajar.

Berdasarkan laporan panel harga Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan), cabai merah keriting di Jakarta yang semula dibanderol rata-rata Rp34.399/kg (awal Ramadan), mulai mengalami kenaikan signifikan beberapa hari mendekati Idul Fitri, rata-rata Rp46.818/kg.

Bahkan sampai H+4, harga cabai merah keriting masih bertengger di angka Rp49.444/kg, meskipun sudah mulai terjadi tren penurunan. "Salah satu penyebab berfluktuasinya harga cabai segar, karena memiliki umur simpan yang pendek (3-4 hari), sehingga pedagang sulit mempertahankan stok cabai tersebut," ujar Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan BKP, Risfaheri di Jakarta, Senin (10/6/2019).

Menurut Risfaheri, BKP bisa memahami, karena mendekati Hari Raya Idul Fitri, sebagian petani perhatian sudah beralih pada persiapan lebaran, sehingga pasokan cabai ke pasar mulai terganggu, dan pedagang yang berjualan juga sudah mulai berkurang. "Kalaupun ada pedagang yang berjualan pada H-2, H-1 dan H+1, H+2 Idul Fitri tentu harganya sudah tinggi karena pasokan dan penjual sudah terbatas," tambah Risfaheri.

Hal ini diakui Ujang, salah satu pedagang di Pasar Raya Padang, pada H+3, harga cabai merah keriting masih bertengger di level Rp60.000/kg, karena masa Lebaran.

Menurutnya, harga akan bergerak normal mulai minggu ini, (Senin, 10/6/2019). Berdasarkan pantauan di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, pada H+4, aktivitas mulai normal.

Berdasarkan data Info Pangan Jakarta, harga cabai merah keriting di Jakarta pasca Idul Fitri (H+4) rata-rata Rp48.260/kg. Sedangkan harga tertinggi mencapai Rp 70.000, dan harga di pasar Induk Kramat Jati masih tergolong tinggi yakni Rp 55.000/kg.

Untuk harga cabai rawit merah di Jakarta pasca Idul Fitri (H+4), rata-rata Rp36.869/kg, dan harga bawang merah rata-rata Rp 39.695/kg. Meski harga bawang merah relatif stabil dibandingkan cabai, tetapi harga bawang merah masih di atas Harga Acuan Penjualan (HAP) yang dikeluarkan Kementerian Perdagangan sebesar Rp32.000/kg.

Untuk mempercepat stabilisasi harga cabai, di hari pertama masuk kerja (Senin,10/6/2019), BKP Kementan melakukan OP cabai di sepuluh titik, 8 pasar eceran di Jakarta yang harga cabai tinggi, Toko Tani Indonesia Center (TTIC) Pasar Mingggu Jakarta, dan TTIC Cimanggu Bogor.

"Kami tidak mau ambil resiko terhadap fluktuatif harga cabai ini, karena cabai dibutuhkan oleh seluruh masyarakat dalam kesehariannya. Setiap terjadi lonjakan harga cabai, kami langsung melakukan tindakan seperti yang kami lakukan sebelumnya beberapa hari menjelang Idul Fitri," jelas Risfaheri.

Dalam OP kali ini, cabe merah keriting dijual dengan harga Rp35.000/kg, cabai rawit merah Rp18.000/kg, dan bawang merah Rp20.000/kg. "Kami bisa pasarkan dengan harga murah, karena komoditas tersebut didatangkan langsung dari kelompok tani binaan," ungkapnya.

Adapun 8 lokasi pasar yang menjadi sasaran OP adalah Pasar Johar Baru, Pasar Kalibaru, Pasar Grogol, Pasar Kramat Jati, Pasar Cibubur, Pasar Pos Pengumben, Pasar Tebet Barat dan Pasar Kelapa Gading. "Seiring menurunnya permintaan seusai Idul Fitri 2019, dan adanya OP yang kami lakukan. Kami harap dalam beberapa hari ini harga sudah benar2 stabil dan normal kembali," pungkas Risfaheri. [ipe]


Komentar

x