Find and Follow Us

Rabu, 18 September 2019 | 17:28 WIB

SKK Migas Diminta Pasang Alat Ukur Lifting Migas

Oleh : Indra Hendriana | Rabu, 12 Juni 2019 | 11:40 WIB
SKK Migas Diminta Pasang Alat Ukur Lifting Migas
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) diminta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melanjutkan pemasangan alat ukur monitoring lifting migas atau flow meter.

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar, meminta SKK Migas memilih kontraktor yang kredibel dan memiliki pengalaman dalam melaksanakan pekerjaannya. Agar pekerjaan berjalan dengan baik. "Lah iya yang dapat pemenangnya siapa. yang tidak pernah pasang alat," kata Arcandra di Kementerian ESDM, Jakarta, selasa (11/6/2019).

Sebab, kata dia, Kementerian ESDM selaku regulator telah memberikan amanat pada SKK Migas menuntaskan kewajiban pemasangan flow meter itu. Menilik rencana program pemasangan dan penggunaan flow meter seharusnya sudah bisa dilaksanakan pada tahun ini.

Kemudian, Arcandra menekankan agar proses seleksi pengadaan flow meter harus sesuai dengan aturan yang berlaku. "Ini harus jalan. harus di pasang tahun ini. kita kan regulator, cara masangnya terserah, siapa kontraktor terserah. Tapi ini malah GE aja kalah. entah kalah atau dikalahkan," ujar dia.

Karena bagian dari program SKK Migas, pengadaan flow meter sendiri menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Untuk itu pengadaannya pun melalui proses lelang.

Dalam dokumen berita acara hasil pelelangan dengan nama paket kegiatan Pembangunan sistem monitoring produksi dan lifting minyak bumi berbasis online real time pada tanggal 24 Februari 2017 dimenangkan oleh PT Global Haditech dari sembilan perusahaan yang mengikuti tender.

PT Global Haditech dinyatakan sebagai pemenang tender karena dinilai telah memenuhi berbagai syarat termasuk syarat administrasi, teknis serta harga penawaran yang sesuai dengan batasan yang ditetapkan yakni sebesar Rp 58.190.000.000 atau 97% dari Harga Perkiraan Sendiri (HPS) Rp 59.547.907.296.

Kewajiban pemasangan flow meter sudah diamanatkan oleh undang-undang yang tertuang dalam Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 39 Tahun 2016 Tentang Sistem Monitoring Produksi Minyak Bumi Berbasis Online Real Time Pada Fasilitas Produksi Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi pada 25 November 2016.

Pemasangan flow meter sensiri menuai kontroversi. Pasalnya, sejak pemasangan dimulai pada 2017, kini program tersebut dihentikan oleh SKK Migas lantaran alat yang digunakan dianggap tidak memenuhi harapan. [ipe]

Komentar

Embed Widget
x