Find and Follow Us

Minggu, 16 Juni 2019 | 21:03 WIB

Kufppec Akan Segera Studi Seismik di Blok Anambas

Oleh : Indra Hendriana | Rabu, 12 Juni 2019 | 16:06 WIB
Kufppec Akan Segera Studi Seismik di Blok Anambas
(Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Kuwait Foreign Petroleum Exploration Co, (KUFPPEC) selaku pemenang operator pada Blok Anambas akan segera melakukan studi seismik. Studi ini merupakan rangkaian dari roadmap yang ada.

"Sesuai roadmap kami, kami akan segera melakukan studi sesimik untuk proyek ini. Selain itu dalam proses seismik kami tentu akan melakukan assement terlebih dahulu," kata Manager for South East Asia Region Kufpec, Bader Al-Matar, Jakarta, Rabu (12/6/2019).

Menurut dia, uji seismik dilakukan dalam waktu dekat supaya eksplorasi yang dilakukan bisa segera menghasilkan penemuan. Bahkan langkah eksplorasi ini juga kata Bader, akan dilakukan ke Blok lain.

"Kami sedang mempelajari beberapa blok, kami sedang melihat mana yang sesuai portfolio strategi perusahaan. Kami punya beberapa hal yang memicu kami namun harus dibahas di kantor pusat untuk mencari strategi investasi," ujar dia.

Diketahui, Kufpec menjadi pemenang di Blok Anambas. Kufpec sudah membayar signature bonus sebesar US$ 2,5 juta dan komitmen investasi untuk eksplorasi sebesar 35,2 juta dolar.

Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar sebelumnya juga meminta kontraktor segera bekerja melakukan komitmen kerja yang sudah disepakati serta segera kucurkan investasi yang diharapkan pemerintah.

"Kami butuh hydrokarbon, minyak dan gas. Kami mau mendorong investasi lebih dari yang direncanakan dan bagian Kami tentu akan Kami bantu apa yang bisa kami bantu tolong beritahu," kata dia.

Blok Anambas, yang berlokasi di lautan Kepulauan Riau merupakan wilayah yang dilelang oleh Pemerintah melalui Lelang Reguler Tahap I Tahun 2019 periode Februari - April 2019 dan telah diumumkan pemenangnya pada tanggal 7 Mei 2019. Kontrak Bagi Hasil Gross Split blok Anambas dengan jangka waktu 30 tahun.

Sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2017 yang mengatur Perlakuan Perpajakan Pada Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi dengan Kontrak Bagi Hasil Gross Split, maka Kontraktor akan mendapatkan insentif pajak tidak langsung antara lain dibebaskan dari pemungutan bea masuk, pajak dalam rangka impor (PDRI), pajak pertambahan nilai (PPN), dan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) atas bahan-bahan, barang dan peralatan yang yang diimpor dalam rangka Operasi Minyak dan Gas Bumi, serta mendapat pengurangan pajak bumi dan bangunan (PBB) sebesar 100% (seratus persen) sampai dengan dimulainya produksi komersial.

Selain insentif tersebut di atas, mengingat resiko dan modal investasi ditanggung oleh Kontraktor, maka dalam hal penghasilan setelah pengurangan biaya operasi masih terdapat kerugian, kerugian tersebut dapat dikompensasikan dengan penghasilan mulai tahun pajak berikutnya berturut-turut sampai dengan 10 (sepuluh) tahun.[jat]

Komentar

x