Find and Follow Us

Senin, 17 Juni 2019 | 05:05 WIB

Menhub Loyo Atasi Harga Tiket Pesawat Mahal

Oleh : M Fadil Djailani | Kamis, 13 Juni 2019 | 11:25 WIB
Menhub Loyo Atasi Harga Tiket Pesawat Mahal
(Foto: ist)

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi kurang proaktif dalam menyelesaikan masalah mahalnya harga tiket pesawat terbang karena tidak memiliki kebijakan yang tepat.

"Saya lihat perlu di pertegas lagi, bukan semata-mata sebatas menentukan tarif atas dan bawah saja, industri ini ada rule of the game-nya," kata President Director Aviatory Indonesia, Ziva Narendra Arifin kepada INILAHCOM, di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (13/6/2019).

Dia menilai saat ini Kementerian Perhubungan seperti tak berdaya dalam mengendalikan harga tiket pesawat yang melonjak drastis. Data Badan Pusat Stastik (BPS) dari awal tahun hingga April 2019 harga tiket pesawat sudah naik 11% paling tinggi jika dibandingkan dengan kenaikan harga tiket untuk moda transportasi lain.

"Kalau perlu maskapai diaudit meskipun bukan perusahaan publik atau private, bagaimana dia (maskapai) melakukan price hedging jauh di bawah yang sudah tidak masuk akal lagi. Bisakan itu di intervensi. Saya tidak mengatakan harus, tapi itu bisa dilakulan (regulator). Itu bisa dilakukan setiap tahun," katanya.

Dia pun merasa yakin harga tiket pesawat akan kembali ke level yang masuk akal. Syaratnya, jika semua stakeholder melakukan tugas dan kewajibannya dengan baik dan benar.

"Masyarakat mesti pahami penyesuaian ini kembali menuju jangkauan mendekati ke normal, sayangnya normalnya itu mahal dari yang kita terbiasa," katanya.

BPS mencatat jumlah penumpang udara domestik periode JanuariApril 2019 mencapai 24 juta orang, atau turun 20,50% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu sebanyak 30,2 juta orang. Penurunan jumlah penumpang ini karena faktor harga tiket pesawat yang mahal.

Sementara itu, jumlah penumpang angkutan udara domestik pada April 2019 sebanyak 5,7 juta orang atau turun 6,26 dibanding bulan sebelumnya.

Penurunan jumlah penumpang terjadi di seluruh bandara utama yang meliputi Bandara Hasanuddin-Makassar sebesar 10,43%, Soekarno Hatta-Jakarta 8,78%, Juanda-Surabaya 7,82%, Kualanamu-Medan 3,41%, dan Ngurah Rai-Denpasar 1,54%. [hid]

Komentar

x