Find and Follow Us

Kamis, 19 September 2019 | 18:53 WIB

Tiket Pesawat Dipaksa Turun, Maskapai Gulung Tikar

Oleh : M Fadil Djailani | Kamis, 13 Juni 2019 | 12:50 WIB
Tiket Pesawat Dipaksa Turun, Maskapai Gulung Tikar
(Foto: ist)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pakar penerbangan sekaligus President Director Aviatory Indonesia, Ziva Narendra Arifin bilang, industri penerbangan sulit menghindari tiket mahal untuk saat ini.

"Tak hanya di Indonesia, di dunia maskapai-maskapai lain juga sedang kesulitan. Ini bisnis yang memang tak murah, semua maskapai di dunia sedang menghadapi production cost yang tinggi" kata Ziva saat berbincang dengan INILAHCOM di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (13/6/2019).

Dia menambahkan, agar harga tiket pesawat kembali normal alias turun, sangatlah sulit. Lantaran biaya operasional maskapai penerbangan semakin tinggi.

"Kalau kecenderungan untuk normal, ada. Tapi untuk normal itu kan relatif berapa tarif yang bisa diterima oleh masyarakat. Masyarakat mesti pahami penyesuaian ini kembali menuju jangkauan mendekati ke normal, sayangnya normalnya itu mahal dari yang kita terbiasa," katanya.

Dikatakan, komponen biaya operasional pesawat cukuplah beragam. Ada yang disebut biaya tetap, seperti biaya perawatan pesawat dan biaya variabel, yakni biaya pembelian bahan bakar.

"Tidak bisa kita pandang sebagai tiba-tiba naik dan menjadi mahal, biaya pengoperasian pesawat biaya operasional tidaklah murah dan mengandung banyak variabel," kata Ziva.

Sedangkan untuk menghitung margin alias keuntungan yang direguk maskapai penerbangan, tidaklah sesederhana bisnis lainnya. "Biaya produksi, biaya variabel, fix cost dan lain-lain, dari itu maskapai punya kebijakan profit marjin yang berbeda-beda," ucapnya.[ipe]




Komentar

x