Find and Follow Us

Minggu, 15 September 2019 | 17:58 WIB

Tahun Ini, B30 Belum Wajib, Entah Tahun Depan

Oleh : Indra Hendriana | Kamis, 13 Juni 2019 | 14:50 WIB
Tahun Ini, B30 Belum Wajib, Entah Tahun Depan
(Foto: ist)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Meski program bahan bakar B30 atau campuran biodiesel 30% pada bahan bakar solar sudah dilaunching, namun pemerintah belum mewajibkan penggunaan. Bisa jadi baru tahun depan.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignatius Jonan mengatakan, bila penggunaan B30 yang diwajibkan untuk mengurangi ketergantungan impor, juga menyediakan BBM yang lebih ramah lingkungan. Semua ini bisa berjalan apabila mendapat dukungan. "Yang penting komitmen semua pihak harus jalan," ungkap Jonan di kantor ESDM, Jakarta, Kamis (13/6/2019).

Sementara Dadan Kusdiana, Kepala Badan Litbang ESDM, mengatakan dalam waktu dekat, pengujian pemkaian B30 akan dilakukan pada kereta api, angkutan laut, dan alat berat di pertambangan.

Dari mandatori B30 ini, diharapkan konsumsi biodiesel dalam negeri di 2025 akan meningkat hingga mencapai 6,9 juta kilo liter. Untuk diketahui, konsumsi biodiesel pada tahun 2018 telah mencapai 3,8 juta kilo liter, dimana implementasi B20 telah dilakukan secara luas.

Sebelum B30, pemerintah sebelumnya juga mewajibkan pemakaian B20. Tujuannya adalah untuk menekan impor BBM dan menekan defisit neraca dagang. Namun program B20 belum ampuh mengobati impot dan defisit neraca dagang. Bahkan defisit kian terpuruk.

Seperti diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Indonesia April 2019 mencapai US$12,60 miliar. Sedangkan impor bulan April bisa mencapai US$15,1 miliar.
Dengan begitu, neraca dagang Indonesia pada bulan April 2019 ini defisit sebesar US$ 2,5 miliar. Ini adalah defisit paling jeblok sepanjang sejatah. Dan, kenaikan impor pada April, salah satu biang keroknya adalah impor migas naik 46,99%. Sedangkan impor non migas naik 7,82%. [ipe]

Komentar

x