Find and Follow Us

Kamis, 22 Agustus 2019 | 10:49 WIB

Ngeri Trade War, Jokowi Kumpulkan Menteri Ekonomi

Kamis, 13 Juni 2019 | 17:01 WIB
Ngeri Trade War, Jokowi Kumpulkan Menteri Ekonomi
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita - (inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Sejumlah menteri ekonomi menghadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk melaporkan pertemuan tingkat menteri G20, serta membahas potensi dan ancaman bagi Indonesia terkait perang dagang AS dan China.

"Kami mendapat arahan dari Pak Presiden bagaimana menyikapi itu baik dari sisi ancaman itu, dari sisi pertumbuhan ekonomi, bagaimana dampaknya, dan bagaimana persiapan kita, tetapi sekaligus juga melihat peluangnya apa," kata Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita di Istana Negara, Jakarta, Kamis (13/6/2019).

Sejumlah menteri dan pimpinan lembaga pemerintah menemui Presiden Jokowi pada Kamis siang antara lain Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri ESDM Ignasius Jonan, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, dan Kepala BKPM Thomas Lembong.

Masih kata Enggar, banyak barang-barang dan komoditas dapat diekspor ke AS. Namun, tetap perlu memperhatikan azas free trade, fair trade dan reciprocal.
"Kita juga harus bisa melihat apa-apa saja yang bisa kita beli dari sana, karena kalau kemudian kita hanya semata-mata ekspor ke AS terjadi defisit yang semakin melebar," kata menteri yang sempaty santer kena reshuffle ini.

Enggar mengungkapkan, saat ini, surplus perdagangan Indonesia dengan AS mencapai US$12,6 miliar. Namun ada ancaman yakni penurunan ekspor China ke AS yang berpindah masuk ke Indonesia.

Oleh karena itu, mantan politisi Golkar yang hengkang ke Nasdem ini, mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk tetap memilih menggunakan produk dalam negeri.

Namun, ia juga melihat peluang ekspor Indonesia ke Negeri Tirai Bambu itu, yaitu berupa komoditas holtikultura seperti kopi. Apalagi, menurut Enggartiasto, tren gaya hidup pemuda di China kini mulai beralih dari konsumsi teh ke kopi. [tar]

Komentar

x