Find and Follow Us

Kamis, 22 Agustus 2019 | 13:00 WIB

Bagi Hasil Jiwasraya Lebih Besar dari Deposito

Oleh : Indra Hendriana | Jumat, 14 Juni 2019 | 18:08 WIB
Bagi Hasil Jiwasraya Lebih Besar dari Deposito
(Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - PT Jiwasraya di tahun 2013 meluncurkan produk yang bernama JS Proteksi Plan atau produk investasi plus perlindungan jiwa. Produk investasi ini memberikan keuntungan 7% pada nasabah.

Dimana masa pertanggungan asuransi selama lima tahun. Setelah satu tahun, nasabah boleh menarik uang beserta imbal hasil 7% dan tetap mendapatkan perlindungan asuransi sampai tahun ke lima.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Sularsi mengatakan, bagi hasil investasi ini memang lebih besar dari deposito. Dimana deposito, nasabah hanya mendapatkan keuntungan 2,5%.

"7% pertahun kan, Ini memang melebihi dari deposito," kata Sularsi menanggapi hal tersebut dalam sambungan telepon, Jakarta, Jumat (14/6/2019).

Menurut dia, tingginya nilai imbal hasil ini karena dana investasi dari nasabah, kata dia, dipergunakan untuk pengembangan investasi. Hal tersebut tertuang dalam hak dan kewajiban perjanjian investasi.

"Karena ini memang jelas dananya untuk pengembangan untuk investasi. Dalam perjanjian ada, hak dan kewajiban karena ini investasi. Cuma yang sering tidak dinformasikan kepada komsumen adalah ketika resiko terjadi itu komsumen diberikan informasi atau tidak," ujar dia.

Dengan demikian, dia mendesak otoritas jasa keuangan (OJK) melihat lagi terkait dengan informasi yang diberikan pihak Jiwasraya pada nasabah. "Nah ini yang kami mendesak kepada OJK. Nah ini kan ini kadang-kadang konsumen mendapat informasi tidak lengkap," kata dia.

Sekedar diketahui, 10 Oktober 2018, perusahaan asuransi milik negara tersebut mengirimkan surat kepada 7 bank yaitu Standard Charterd Bank, Bank Keb Hana Indonesia, Bank Victoria, Bank ANZ, Bank QNB Indonesia, Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Tabungan Negara (BTN).

Isi surat tersebut bahwa PT Asuransi Jiwasraya gagal membayar polis jatuh tempo kepada 1.286 pemegang polis asuransi dengan nilai Rp802 miliar.

Berdasarkan hasil audit Price Waterhouse Coopers (PWC), ditemukan laba PT Asuransi Jiwasraya itu anjlok menjadi hanya Rp328,44 miliar karena pihak manajemen lama membuat cadangan premi yang terlalu kecil.

Nah, pada saat pruduk ini diluncurkan jabatan direktur utama saat itu dipegang oleh Hendrisman Rahim, sejak 2008. Pada periode yang sama dengan Hendrisman, posisi direktur keuangan diisi oleh Hary Prasetyo.[jat]

Komentar

Embed Widget
x