Find and Follow Us

Minggu, 25 Agustus 2019 | 01:57 WIB

PLN Siap Pakai B30 untuk PLTD

Oleh : Indra Hendriana | Senin, 17 Juni 2019 | 15:04 WIB
PLN Siap Pakai B30 untuk PLTD
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PT. PLN Djoko Abdumanan

INILAHCOM, Jakarta - PT PLN (Persero) menyatakan pembangkit tenaga diesel (PLTD) miliknya siap menggunakan bahan bakar B30 atau campuran 30% minyak kelapa sawit dengan solar. Setidaknya saat ini ada 4.435 unit PLTD yang sudah siap menggunakan Biodiesel.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PT. PLN Djoko Abdumanan menyebut, meski saat ini belum sepenuhnya memakai B30, namun ribuan PLTD yang saat ini sudah memakai B.20 bisa saja diganti menjadi B30.

"Sebab PLTD yang sudah kami perbaruhi. Jadi PLTD PLN sebenarnya siap saja dengan program B30," ujar Djoko kepada awak media, Senin (17/6/2019).

Menurut dia, 4.435 unit PLTD tersebut tersebar di seluruh Indonesia. Dari 4.435 unit tersebut saat ini total kapasitas listrik terpasangnya sebesar 4.077 megawatt.

Kata Djoko, jika B.30 diterapkan maka PLN mampu menyerap sekitar 660 ribu kiloliter Fame. "Jadi kalau mau pakai B30 juga kapan saja mau masuk bisa saja. Ya kalau misalnya B30, tandanya kan serapan famenya pasti akan lebih tinggi lagi," ujar dia.

Sementara Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Kementerian ESDM, Rida Mulyana menjelaskan bahwa proyek B30 saat ini memang menjadi fokus pemerintah. Tahapan uji coba dan juga hingga kepada pembangkit memang digalakkan oleh pemerintah agar bisa menekan kebutuhan atas impor solar.

Untuk di sektor kelistrikan sendiri, kata Rida, memang ada beberapa pembangkit yang masih belum bisa memakai Biodiesel. Namun, angkanya sangat kecil. Namun, PLN sendiri kata Rida lebih dulu mengoperasikan PLTD dengan komposisi B.30 di beberapa pembangkitnya.

"PLN udah beroperasi malah. Tapi berapanya aku lupa. B.30 udah duluan malah. Waktu B.20 dimulai pembangkit udah ada yang B.30. Ada yang bisa, ada yang gak bisa. Ada yang bisa tuh malah B.30. Lupa tapi berapa jumlahnya," ujar Rida akhir pekan lalu.

Sedangkan untuk kebijakan kelistrikan sendiri Rida memang menjelaskan dalam hal bauran energi, pemerintah tetap akan fokus meningkatkan ratio pembangkit berbasis EBT kedepannya. Hanya saja, kata Rida, apabila memang perlu ada penambahan pembangkit dengan bahan bakar diesel maka, wajib menggunakan B.30 sebagai bahan bakarnya.

"Kalau soal porsi kan soal demand kan itu. Tapi misalnya ada penambahan dan terpaksa pakai PLTD. Maka, mesinnya harus complay sama B.30 ini. Beberapa perusahaan engine juga sudah mendukung kok soal kebijakan ini. Mereka akan pasok engine yang bisa complay dengan B.30 apabila memang kita akan menambah pembangunan PLTD kedepannya," ujar Rida.[jat]

Komentar

x