Find and Follow Us

Rabu, 17 Juli 2019 | 18:36 WIB

Pertumbuhan Ekonomi 2020 Ditarget 5,5%, Ani Pede

Selasa, 18 Juni 2019 | 02:09 WIB
Pertumbuhan Ekonomi 2020 Ditarget 5,5%, Ani Pede
Ketua Komisi XI DPR Melchias Markus Mekeng - (Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Pemerintah dan Komisi XI DPR menyepakati target atau asumsi pertumbuhan ekonomi secara tahunan (year on year/yoy) sebesar 5,2%- 5,5% untuk pembahasan Rancangan APBN (RAPBN) 2020. Lebih rendah dari usulan 5,3%-5,6%.

"Kami melihat asumsi ini akan lebih pas," kata Ketua Komisi XI DPR Melchias Markus Mekeng di Jakarta, Senin sore (17/6/2019).

Komisi XI DPR, awalnya meminta asumsi pertumbuhan ekonomi 2020 sebesar 5,2%-5,4%. Namun, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta jika usulan pemerintah dikoreksi, agar Komisi XI DPR menetapkan asumsi pertumbuhan ekonomi yang tidak jauh berbeda dari asumsi Bank Indonesia yang sebesar 5,1%-5,5%. "Optimisme kami bisa (batas atas) 5,5 persen," ujar Sri Mulyani.

Sementara, untuk asumsi makro ekonomi lainnya yang akan menjadi kerangka pembahasan Rancangan APBN 2020 dan akan dibahas di Badan Anggaran DPR RI adalah :

1. Tingkat inflasi : 2%-4%(yoy)
2. Tingkat Bunga Surat Perbendaharaan Negara : 5%-5,5%
3. Nilai Tukar : Rp14.000-Rp14.500 per dolar AS

Target pembangunan :
1. Tingkat Pengangguran : 4,8%-5,1%
2. Tingkat Kemiskinan : 8,5%-9%
3. Gini Rasio : 0,375-0,380
4. Indeks Pembangunan Manusia : 72,51

Andil Investasi
Sri Mulyani meyakini investasi akan menjadi pendorong utama bagi perekonomian Indonesia untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi di 2020. Untuk mencapai target pertumbuhan tersebut, Sri Mulyani membidik investasi dapat tumbuh 7 persen hingga 7,4 persen.

"Perbaikan kebijakan publik, kemudahan perizinan,dan pembangunan infrastruktur akan terus dilakukan untuk mendorong investasi," kata Ani, sapaan akrabnya di samping pengelolaan kebijakan fiskal yang sehat,

Sementara komponen lain dalam pertumbuhan adalah Konsumsi Rumah Tangga ditargetkan tumbuh 4,9% hingga 5,2%. Konsumsi pemerintah ditargetkan tumbuh 4,1% hingga 4,3%.

Ekspor diharapkan dapat memberi andil kepada pertumbuhan, dengan kontribusi pertumbuhan sebesar 5,5% hingga 7%. Sedangkan impor diperkirakan tumbuh 6% hingga 7,5%. Setelah kesepakatan untuk kerangka ekonomi makro ini, pemerintah akan melanjutkan pembahasan dengan Badan Anggaran DPR. [tar]

Komentar

Embed Widget
x