Find and Follow Us

Jumat, 19 Juli 2019 | 05:20 WIB

Amman Mineral Rogoh US$ 28 Juta untuk Blok Elang

Oleh : Indra Hendriana | Selasa, 18 Juni 2019 | 19:27 WIB
Amman Mineral Rogoh US$ 28 Juta untuk Blok Elang
Presiden Direktur Amman Mineral Nusa Tenggara Rachmat Makkasau

INILAHCOM, Jakarta - Presiden Direktur Amman Mineral Nusa Tenggara Rachmat Makkasau mengatakan, perusahaannya telah mengelontorkan US$ 100 juta, untuk kegiatan pencarian kandungan mineral (eksplorasi) di Blok Elang Nusat Tenggara Barat (NTB). Saat ini proses tersebut telah mencapai tahap akhir.

Menurut dia, eksplorasi yang dilakukan oleh perseroan di Blok Elang selama 2,5 tahun sejak 2017. Kegiatan ini berupa pemboran untuk mencari potensi mineral di dalam perut bumi.

"Eksplorasi di Elang berjalan dengan baik, dengan lancar pengeboran sesuai rencana kami," kata Rachmat pada awak media di Jakarta, Selasa (18/7/2019).

Dia mengatakan, dari dana sebesar US$ 100 juta yang dialokasikan untuk eksplorasi, untuk Blok Elang mencapai US$28 juta.

Menurut dia, Amman Mineral menjadi perusahaan yang mengalokasikan anggaran besar untuk eksplorasi.

"Aman Mineral eksplorasi terbesar, memang eksporasi di Mineral Tembaga butuh (anggaran) besar karena perlu pengeboran dan lebih lebar," ujar dia.

Rachmat melanjutkan, eksplorasi Blok Elang sudah memasuki tahap final. Nah, kegiatan ini sejalan dengan pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral (smelter). Setelah mendapat hasil eksplorasi, perusahaan akan menyusun perencanaan untuk eksploitasi kandungan mineralnya.

"Kita fokus eksplorasi dulu pastiin isinya seperti apa, setelah itu kita susun rencana," kata dia.

Eksplorasi Blok Elang dilakukan Newmont Nusa Tenggara pada 2004, kemudian perusahaan sebelum Amman Mineral Nusa Tenggara tersebut menghentikan eksplorasi pada 2007. Kegiatan tersebut dilanjutkan pada 2010 sampai 2012.

Setelah perusahaan tambang asal Amerika Serikat tersebut dibeli Medco Energi, eksplorai Blok Elang dimulai kembali pada 2017.

"Itu zaman Newmont sempat stop lama. Begitu jadi perusahaan nasiona di 2016 akhir itu, awal 2017 kita sudah masukan dril jadi intensif dril kita baru lakukan 2,5 tahun ini," ujar dia.[jat]

Komentar

x