Find and Follow Us

Jumat, 19 Juli 2019 | 05:50 WIB

Bulan Depan, 56 Penerbangan Dipindahkan ke BIJB

Rabu, 19 Juni 2019 | 03:09 WIB
Bulan Depan, 56 Penerbangan Dipindahkan ke BIJB
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Majalengka - Sebanyak 56 penerbangan domestik di Bandara Husein Sastranegara Bandung dialihkan ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, mulai 1 Juli 2019.

Perpindahan operasional penerbangan domestik ini telah disepakati seluruh pihak, termasuk maskapai penerbangan. Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengatakan, ke-56 penerbangan domestik yang pindah ke BIJB Kertajati itu, merupakan pesawat berjenis jet.

Sedangkan untuk penerbangan pesawat berjenis propeller, atau pesawat baling-baling dan penerbangan internasional tetap di Bandara Husein Sastranegara. "Kita rencanakan paling lambat 1 Juli 2019 karena bertahap ada yang tanggal 20 Juli dan 23 juli. Jadi, ada 56 penerbangan yang pindah dari Husein ke Kertajati," katanya saat melakukan pengecekan persiapan BIJB Kertajati, Majalengka, Selasa (18/6/2019).

"Yang tetap di Bandung adalah semua pesawat propoller dan semua penerbangan luar negeri yang totalnya 32 penerbangan (20 propoller dan 12 penerbangan internasional). Itulah bagian yang sudah kita sepakati. Insyaallah kita bisa laksanakan dengan baik," lanjutnya.

Penerbangan domestik yang pindah ke BIJB Kertajati antara lain penerbangan dengan tujuan Banjarmasin, Batam, Bali, Medan, Pekanbaru, Pontianak, Ujung Pandang dengan maskapai Garuda, Lion, Sriwijaya, Nam, Wings, Air Asia, Citilink. "Kemungkinan akan bertambah karena slotnya masih banyak. Kalau pesawat berbadan lebar lebih baik di Kertajati tidak di Bandung," ucap Budi.

"Kita memang merancang ini untuk masa depan Jabar yang lebih maju karena di sini ada pelabuhan, tourism yang dilengkapi dengan bandara. Harapan kami ini menjadi suatu hal yang membanggakan bagi masyarakat Jabar, khususnya dan Indonesia umumnya," imbuh Budi.

Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum mengatakan, rencana tersebut sangat dinantikan oleh masyarakat. Tidak hanya masyarakat Jawa Barat, tetapi juga sebagian masyarakat Jawa Tengah yang berbatasan dengan Tanah Pasundan.

"Terima kasih kepada pemerintah pusat yang sangat mendukung pemanfaatan Bandara Kertajati, di mana operasional bandara ini sangat dinantikan warga Jabar dan sebagian warga Jateng di perbatasan," ucapnya.

Menurut Uu, beroperasinya BIJB Kertajati akan melambungkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jawa Barat. "Tentu PAD kita akan bertambah dan perekonomian masyarakat sekitar juga akan terdongkrak," katanya.

Selain itu, Uu memastikan, Kepala Daerah tingkat dua di sekitar BIJB Kertajati, seperti Cirebon, Kuningan, Majalengka, Sumedang, Indramayu, dan Subang, sudah berkomitmen untuk membangun sarana dan prasarana pendukung bandara tersebut. "Para kepala daerah sudah komit (komitmen) untuk membangun sarana dan prasarana pendukungnya, seperti moda transportasi ke bandara, dan lainnya," kata Uu.

Direktur PT Angkasa Pura (Persero/AP) II, M Awaludin menambahkan, pihaknya selaku operator tengah melakukan penataan berbasis integrasi. Artinya, pembagian peran antara Bandara Husein dan BIJB Kertajati sekaligus Halim Perdana Kusuma dan Soekarno Hatta agar adanya keseimbangan traffic lalu lintas udara. "Ini berkaitan dengan balancing dari pada traffic. Kami sudah berkoordinasi dengan semua pihak agar semua perpindahan bisa berjalan dengan lancar," katanya.

Berdasarkan data AP II, Bandara Husein Sastranegara Bandung, setiap harinya menerbangkan 88 pesawat. Di mana, 68 di antaranya merupakan pesawat jet. Setelah penerbangan domestik ini dipindahkan ke BIJB Kertajati, Bandara Husein Sastranegara hanya akan mengoperasikan 20 penerbangan domestik dan 12 penerbangan internasional.

Rata-rata jumlah penumpang di Bandara Husein Sastranegara, yaitu 9.050 Pax (domestik) dan 810 Pax (internasional) dengan total 10.670 Pax. Setelah perpindahan penerbangan domestik dengan tipe pesawat jet ke BIJB Kertajati, rata-rata jumlah penumpang Bandara Husein Sastranegara adalah 1.440 Pax (domestik) dan 810 Pax (internasional) dengan total 3.060 Pax.

Untuk penggunaan Apron Capacity berdasarkan flight schedule summer 2019, dari 15 jam operasi Bandara Husein Sastranegara terdapat 10 jam yang berstatus full pada jam tertentu. Setelah penerbangan domestik dengan pesawat tipe jet dipindahkan ke BIJB Kertajati, maka akan mengurangi kepadatan pergerakan pesawat baik di runway maupun di apron.

Sementara itu, PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB) telah menyiapkan akses transportasi berupa trayek bus Damri dan shuttle. Hal itu guna memudahkan mobilitas penumpang. Rute Bus Damri tersebut akan dibuka dari dan menuju Bandung, Kuningan, Cikarang, dan Cirebon. Sedangkan, shuttle untuk menjangkau Tasikmalaya, Cirebon, Kuningan, Indramayu, Purwakarta, Majalengka, dan Sumedang. Pengaktifan moda transportasi mengikuti jadwal dari pada penerbangan pesawat.

Turut hadir Wakil Bupati Majalengka Tarsono D Mardiana, Wali Kota Cirebon Nasrudin Azis, Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Polana B Pramesti, Direktur Angkutan Udara Ditjen Perhubungan Udara Maria Kristi Endah Murni, Direktur PT BIJB Muhamad Singgih, Direktur AP II Awaludin, AirNav dan Direksi Seluruh Maskapai, dalam agenda tersebut. [ipe]

Komentar

x