Find and Follow Us

Rabu, 18 September 2019 | 17:40 WIB

Demi Kualitas Sawit, Minamas Replanting Sejak 2010

Rabu, 19 Juni 2019 | 05:09 WIB
Demi Kualitas Sawit, Minamas Replanting Sejak 2010
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Upaya menggenjot produktivitas sawit terus dilakukan PT Minamas Plantation. Salah satunya dengan melaksanakan peremajaan pohon alias replanting.

Direktur Utama Minamas, Shamsuddin Muhammad menjelaskan, replanting telah dilakukan Minamas sejak 2010. Namun baru pada 2014 program ini dilakukan secara jor-joran. Hingga Juni 2019, luas lahan yang direplanting seluas 55 ribu hektar.
Kira-kira seperlima dari seluruh areal perkebunan MInamas yang mencapai 268 ribu hektar. Yang tersebar di Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. "Kita replanting dari 2010, sekarang ini kita sudah 55 ribu hektar hingga per Juni 2019 dan kita akan kontinyu terus," kata Shamsuddin di Jakarta, Selasa (18/6/2019).

Dia mengatakan, replanting perlu dilakukan untuk menjaga kualitas dari sawit yang dihasilkan. Selain peremajaan, perusahaan juga fokus pada riset bibit yang dihasilkan di dalam kebun sendiri.

Ya, Shamsuddin benar. Minamas memiliki pusat riset bernama Minamas Research Center (MRC) di Kabupaten Siak, Riau. Saat ini, MRC berhasil menciptakan bibit unggul yang sudah diproduksi secara massal dan dipasarkan.

Sementara Corporate Communication Minamas, Ingrid Clarissa, mengatakan, Minamas bakal meluncurkan minyak goreng anyar bermerek Alif pada Juli. Pasar sementara yang dibidik adalah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

Adapun perusahaan yang mengerjakan ini adalah anak usaha mereka, PT Sime Darby Oils Pulau Laut Refinery. Side Darby Olis akan memasarkan produk minyak goreng merek Alif dengan kemasan 2 liter, 1 liter, dan 0,5 liter.

Tapi Ingrid belum mau membocorkan berapa banyak volume minyak goreng yang dijual. Dia bilang, perusahaan tak akan agresif untuk tahap awal ini.

"Kita bidik lokal market. Ini yang pertama, jadi enggak mau agresif tapi ada beberapa guidance kisaran harganya. Marketnya di Kalimantan tapi ke depannya enggak menutup kemungkinan ke nasional," jelas dia.

Informasi saja, produksi tandan buah segar (TBS) dari Minimas sepanjang 2018, mencapai 1,7 juta ton. Sedangkan kapasitas minyak mentah sawit (Crude Palm Oil/CPO) sebanyak 360 ribu ton per tahun.

Sejak awal beroperasi pada 1985, Minamas mengedepankan zero burning policy. Telah dibangun 72 menara api di seluruh unit usaha perseroan yang tersebar di Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi.

Selain itu, perusahaan memasang fire index berupa papan pengumuman. Tujuannya agar karyawan senantiasa waspada dan komitmen dalam menjaga lingkungan dari ancaman kebakaran dan kerusakan lainnya. [tar]

Komentar

x