Find and Follow Us

Kamis, 22 Agustus 2019 | 06:56 WIB

Teka-Teki Suku Bunga Acuan, Begini Ramalan DR Khor

Rabu, 19 Juni 2019 | 09:09 WIB
Teka-Teki Suku Bunga Acuan, Begini Ramalan DR Khor
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Lembaga kajian ASEAN+3 Macroeconomic Research Office (AMRO) memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan mempertahankan suku bunga acuan 6% pada penentuan kebijakan yang dijadwalkan 20 Juni 2019.

Alasannya mengacu kepada laju pertumbuhan ekonomi domestik yang masih terjaga, serta keinginan kuat untuk menarik modal asing masuk demi menjaga neraca pembayaran.

Kepala Ekonom AMRO, DR Hoe Ee Khor di Jakarta, Selasa (18/6/2019), dalam paparan media, mengatakan, selama ekonomi Indonesia masih tumbuh tidak lebih rendah dari 5%, belum ada dorongan kuat bagi BI untuk menurunkan suku bunga acuan dari level saat ini. "Seperti kami perkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 5,1 persen tahun ini, maka belum ada alasan kuat bagi BI menyesuaikan suku bunganya," ujarnya.

Jika sewaktu-waktu ekonomi Indonesia mulai bergulir lemah, maka Bank Sentral baru memiliki ruang untuk memangkas suku bunga acuannya guna memberikan stimulus.

Khor menilai ekonomi Indonesia saat ini relatif baik, bahkan cenderung lebih berdaya tahan dibanding beberapa negara lain terhadap imbas negatif dari ketidakpastian ekonomi global yang bersumber dari perang dagang.

Indonesia, kata Khor, harus tetap mencermati kondisi arus modal masuk sebagai parameter ketahanan eksternal sebelum menentukan kebijakan suku bunga acuan 7-Day Reverse Repo Rate.

Indonesia masih membutuhkan suplai valas melalui aliran masuk modal asing untuk membiayai permintaan valas, seperti untuk kebutuhan pembayaran impor. "Indonesia masih harus mengarahkan matanya pada kondisi ketahanan eksternal sebelum menentukan suku bunga kebijakan," ujar Khor.

BI mempertahankan suku bunga acuan 7 Day Reverse Repo Rate sebesar 6% sejak rapat dewan gubernur pada November 2018. Hal itu dilakukan setelah sebelumnya BI secara agresif menaikkan suku bunga acuan hingga 175 basis poin (1,75%) dalam lima kali kenaikan menjadi enam persen untuk menangkal keluarnya modal asing dan menjaga stabilitas nilai tukar.

Informasi saja, bank sentral akan menggelar RDG untuk menentukan arah kebijakan ke depan pada 19-20 Juni 2019. Biasanya, akan ada pengumuman terkait suku bunga acuan di ujung rapat. Kita tunggu saja apakah prediksi DR Khor benar atau meleset. [tar]

Komentar

Embed Widget
x