Find and Follow Us

Jumat, 19 Juli 2019 | 05:33 WIB

SKK Migas: Shell Tidak Minggat dari Blok Masela

Oleh : Indra Hendriana | Rabu, 19 Juni 2019 | 18:54 WIB
SKK Migas: Shell Tidak Minggat dari Blok Masela
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto

INILAHCOM, Jakarta - Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto menegaskan, Shell masih ikut dalam konsorsium pengerjaan proyek Lapangan Abadi Blok Masela. Ia menepis kabar Shell akan hengkang dari Masela.

Adapun kabar akan hengkangnya Shell dari Masella sempat beredar beberapa waktu lalu. Apalagi, penandatanganan perjanjian awal atau Head of Agreement (HOA) pengembangan hulu Migas di Blok tersebut pihak dari Shell tidak ikut hadir menyaksikan.

Adapun HOA tersebut ditandatangani pada pertemuan G20 di Jepang, dan dilakukan antara Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto, dengan Presiden Direktur INPEX Indonesia Shunichiro Sugaya.

"Shell (sampai saat ini) masih ikut dalam konsorsium. Memang waktu tanda tangan HOA kemarin hanya dengan INPEX, karena INPEX kan lead operator-nya," kata Dwi di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (19/6/2019).

Dengan begitu, kata dia, tak ada masalah ketika perwakilan Shell tidak hadir dalam penandatanganan HOA itu. "Jadi buat kami siapa yang lead itu sudah cukup," ujar dia.

Sebelumnya Dwi mengatakan, dengan pengembangan lapangan Masela, diharapkan akan segera masuk investasi luar negeri yang besar, dan dapat memberikan pengaruh positif bagi Foreign Direct Investment di Indonesia.

Dengan begitu akan terciptanya multiplier effect bagi industri pendukung dan turunan di dalam negeri, dalam rangka mendukung perekonomian nasional. "Dan, ke depannya di harapkan iklim investasi di Indonesia akan semakin baik dan semakin kompetitif," kata Dwi.

Pengembangan hulu migas di Masela diharapkan dapat memberikan kontribusi tambahan produksi Gas Bumi sekitar ekuivalen 10,5 juta ton (mtpa) per tahun (sekitar 9.5 juta ton LNG per tahun dan 150 mmscfd Gas Pipa), dengan target onstream pada 2027. [ipe]


Komentar

x