Find and Follow Us

Sabtu, 19 Oktober 2019 | 10:27 WIB

Indef: Hari ini, BI Umumkan Suku Bunga Acuan Turun

Kamis, 20 Juni 2019 | 07:09 WIB
Indef: Hari ini, BI Umumkan Suku Bunga Acuan Turun
(Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Ekonom Indef, Bhima Yudhistira memperkirakan, kecil kemungkinan Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan sebesar 6% pada Rapat Dewan Gubernur, Kamis (20/6/2019).

Alasannya? Kata Bhima, mendesaknya kebutuhan sektor riil untuk mendapat keringanan pembiayaan, guna melakukan ekspansi dalam menggerakkan roda perekonomian.

Selain itu, kata Bhima di Jakarta, Rabu (19/6/2019), bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve (Fed) juga kemungkinan besar akan memangkas suku bunga acuannya pada Rabu malam waktu AS untuk menstimulus pertumbuhan ekonomi "Paman Sam" yang sejauh ini belum sesuai ekspektasi.

"Selama satu tahun terakhir BI sudah pro stabilitas dengan naikan bunga acuan. Sekarang saatnya pro sektor riil. Dengan bunga yang lebih rendah, biaya peminjaman sektor usaha akan lebih ringan karena nyatanya masih mahal," ujar peneliti dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) itu.

Selama satu tahun terakhir, BI memang bersikap hawkish atau cenderung ke pengetatan, dengan menaikkan suku bunga acuan 7-Day Reverse Repo Rate hingga 1,75% ke level 6%, saat ini.

Hal itu dilakukan untuk membendung pembalikan arus modal asing karena ketidakpastian pasar keuangan global meningkat sepanjang 2018, yang membuat investor cenderung memilih instrumen keuangan di negara yang risikonya lebih kecil.

Namun hal yang akan menjadi pertimbangan kuat bagi BI pada penentuan kebijakan pada Kamis (20/6/2019), adalah ketahanan eksternal. Bhima mengamini jika bank sentral memangkas suku bunga acuan dari level 6%. Meski akan ada risiko bagi Indonesia terkait keluarnya modal asing.

Hal itu karena karena imbal hasil obligasi pemerintah RI akan menurun dan selisihnya semakin sempit dengan instrumen keuangan di negara-negara lain yang dari sisi risiko lebih aman. "Namun jika melihat perkiraan The Fed yg akan pangkas bunga di Pertemuan The Fed Juni ini. BI juga diperkirakan turunkan bunga acuan," ujar Bhima.

Bank Indonesia akan menggelar RDG untuk menentukan arah kebijakan ke depan pada 19-20 Juni 2019. Otoritas moneter menetapkan suku bunga acuan 7 Day Reverse Repo Rate sebesar 6% sejak rapat dewan gubernur pada November 2018.

Hal itu dilakukan setelah sebelumnya BI secara agresif menaikkan suku bunga acuan hingga 175 basis poin (1,75%) dalam lima kali kenaikan menjadi 6%, untuk menangkal keluarnya modal asing dan menjaga stabilitas nilai tukar. [tar]

Komentar

Embed Widget
x