Find and Follow Us

Jumat, 19 Juli 2019 | 06:00 WIB

Inpex Segera Berikan Revisi Pengembangan Masela

Oleh : Indra Hendriana | Kamis, 20 Juni 2019 | 14:46 WIB
Inpex Segera Berikan Revisi Pengembangan Masela
Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan, dalam waktu dekat ini operator Blok Gas Abadi Masela, Inpex Corportion akan menyerahkan revisi rencana pengembangan (Plan of Development/PoD).

Menurut Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto, persetujuan PoD bisa diberikan Menteri ESDM paling tidak pada bulan ini.

"Bulan ini approval-nya menteri. Udah termasuk proses dari SKK Migas, SKK Migas mereview dan berikan rekomendasi, lalu menteri approval," kata Dwi, Jakarta, Kamis (20/6/2019).

Nah, bila persetujuan bisa diberikan pada bulan ini maka revisi PoD bisa diberikan ke pemerintah pada pekan ini.

Sementara Kepala Biro Hukum Kementerian ESDM Hufron Asrofi menyatakan baik Inpex maupun pemerintah sudah mencapai kesepakatan terkait poin-poin yang akan dituangkan dalam PoD. Ini ditandai dengan telah ditandatanganinya Head of Agreement (HoA) beberapa hari lalu di Jepang disela-sela pertemuan G20.

"Tergantung Inpex-nya. Mungkin hari ini (mengajukan revisi PoD). ya, pekan ini submit," kata Hufron.

PoD sendiri diberikan sesuai dengan usulan dari Inpex yang diajukan kepada SKK Migas. Setelah diteliti kemudian SKK Migas mengajukan kepada Direktorat Jendral Migas Kementerian ESDM. "Jika sudah oke ya diseujui Menteri ESDM," ujar dia.

Inpex sendiri sebelumnya memang sudah berkomitmen untuk menyerahkan revisi rencana pengembangan dalam waktu dekat.

Beberapa poin utama HoA yang baru saja diteken kedua pihak diantaranya jangka waktu kontrak atau Production Sharing Contract (PSC period), kondisi keuangan (financial condition), estimasi biaya (cost estimation) ,danb kesepakatan lain yang telah disepakati bersama sebelumnya antara Inpex dan otoritas pemerintah Indonesia untuk mendapatkan keekonomian proyek yang memadai.

Pengembangan hulu migas di Masela diharapkan dapat memberikan kontribusi tambahan produksi Gas Bumi sekitar ekuivalen 10,5 juta ton (mtpa) per tahun yang terdiri 9,5 juta ton LNG per tahun dan 150 MMSCFD gas lipa), dengan target on stream di 2027.[jat]

Komentar

x