Find and Follow Us

Jumat, 19 Juli 2019 | 05:58 WIB

Giant Gulung Tikar, Pengusaha Ritel Bilang Begini

Senin, 24 Juni 2019 | 15:50 WIB
Giant Gulung Tikar, Pengusaha Ritel Bilang Begini
Ketua Umum Aprindo, Roy N Mandey - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menilai, penutupan gerai ritel modern yang dimiliki PT Hero Supermarket Tbk, Giant, tidak berkaitan dengan maraknya perdagangan elektronik alias e-commerce.

"Penutupan gerai ini tidak ada kaitannya dengan transaksi 'online' yang masih di bawah 10 persen dari total transaksi 'offline' melalui toko fisik," kata Ketua Umum Aprindo, Roy N Mandey di Jakarta, Senin (24/6/2019).

Roy mengaku, Aprindo belum mendapatkan keterangan resmi dari Giant mengenai rangkaian penutupan gerai ini. Namun, menurut dia, penutupan supermarket Giant di enam lokasi, lebih karena alasan efisiensi agar korporasi dapat terus berusaha dan menghidupi bisnisnya.

Keenam gerai yang akan ditutup, kata Roy, akan direlokasi terhadap lokasi yang baru, yang lebih strategis dan memiliki potensi pendapatan lebih baik daripada gerai yang saat ini masih beroperasi.

Selain itu, ia menilai bahwa telah terjadi perubahan perilaku konsumen dari yang biasanya memasak di rumah dan berbelanja bahan pangan di supermarket, kini mereka lebih memilih untuk berkuliner.

"Adanya penurunan transaksi pangan, baik makanan dan minuman, akibat bergesernya perilaku konsumen. Konsumen lebih memilih kuliner di luar rumah sebagai gaya hidup masyarakat global," kata Roy.

Seperti diketahui, enam supermarket Giant dikabarkan tutup pada 28 Juli 2019. Keenam gerai tersebut, yakni Giant Ekspres Cinere Mall, Giant Ekspres Mampang, Giant Ekspres Pondok Timur, Giant Ekstra Jatimakmur, Giant Ekstra Mitra 10 Cibubur, dan Giant Ekstra Wisma Asri. Sebelum tutup, Giant memberikan diskon sebesar 5% hingga 50%. [tar]

Komentar

x