Find and Follow Us

Jumat, 19 Juli 2019 | 05:59 WIB

Harga Gas Industri di Batam Bergantung Jonan

Selasa, 25 Juni 2019 | 13:14 WIB
Harga Gas Industri di Batam Bergantung Jonan
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Harga gas untuk kawasan industri di Batam sudah dihitung dan diserahkan ke Kementerian ESDM oleh PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk. Targetnya Juli sudah ada angkanya dan diberlakukan.

Demikian disampaikan Direktur Komersial PGN Danny Praditya saat dikonfirmasi mengenai harga jual gas. Sayangnya, dia enggan merincikan, berapa harga jual gas yang diusulkan. "PGN sudah menyampaikan perhitungan sesuai dengan Permen ESDM No 58 Tahun 2017 yang disepakati bersama," kata Danny, Senin (26/6/2019).

Pihaknya berharap Kementerian ESDM bisa memutuskan mengenai penjualan gas tersebut. "Kami berharap dapat direkomendasikan," ujar dia.

Adapun, saat ini harga jual gas bumi PGN bagi Industri di Batam adalah sebesar US$5,72 per Million British Thermal Unit (MMBTU). Dalam Pasal 4 Permen ESDM No. 58 tahun 2017 tentang Harga Jual Gas Bumi Melalui Pipa Pada Kegiatan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi, disebutkan harga jual gas bumi hilir dihitung menggunakan formula (harga gas Bumi + biayapengelolaan infrastruktur Gas Bumi + biaya niaga).

Biaya pengelolaan infrastruktur Gas Bumi yang dimaksud meliputi pembebananbiaya yang ditimbulkan dari beberapa kegiatan a.l, pengangkutan Gas Bumi melalui pipa transmisi dan/atau distribusi, penyaluran Gas Bumi melalui pipa distribusi untuk menunjang kegiatan usaha niaga Gas Bumi (dedicated hilir) dan pencairan Gas Bumi.

Selain itu, juga meliputi kompresi Gas Bumi, regasifikasi, penyimpanan Liquefied Natural Gas/Compressed Natural Gas dan lainnya.

Sekedar diketahui hingga akhir tahun lalu, PGN setidaknya telah memasok gas bumi ke 4.842 pelanggan di wilayah Batam. Pelanggan tersebut terdiri dari 93 industri dan komersial, 29 pelanggan kecil, 4.720 pelanggan rumah tangga.

Untuk infrastruktur gas di Batam, PGN mengoperasikan pipa gas bumi sepanjang 223,57 km. Selain jargas, PGN juga telah membangun pipa distribusi gas bumi di kawasan Nagoya sepanjang 18,3 KM.

PGN melayani tiga kawasan industri besar di Batam untuk mengoperasikan pembangkit listrik. Adapun kawasan industri tersebut, yakni Kawasan Industri batamindo, Kawasan Industri Tunas dan Kawasan Industri Panbil.

Pembangkit listrik di tiga kawasan industri tersebut, mengakomodir kebutuhan listrik untuk 227 perusahaan. Pemakaian rata-rata perhari dari seluruh perusahaan yang ada di 3 kawasan tersebut mencapai 16.800 MMBTU/ hari.

Kebutuhan gas terbesar ada di Kawasan Industri batamindo, yakni sebesar 11.800 MMBTU/ hari, disusul Kawasan Indsutri Panbil 3.500 MBBTU/hari dan kawasan industri Tunas 1.500 MBBTU/ hari. [ipe]

Komentar

x