Find and Follow Us

Jumat, 19 Juli 2019 | 05:22 WIB

Tunggu Tangal Mainnya, 3 Pembangkit PLN Beroperasi

Oleh : Indra Hendriana | Selasa, 25 Juni 2019 | 16:54 WIB
Tunggu Tangal Mainnya, 3 Pembangkit PLN Beroperasi
Direktur Bisnis Regional PLN Jawa Bagian Barat Haryanto - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Direktur Bisnis Regional PLN Jawa Bagian Barat Haryanto menyebut, tiga proyek pembangkit listrik segera beroperasi. Kemungkinannya antara September dan Oktober 2019.

Ketiga proyek itu yakni pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Lontar Extension, PLTU Jawa 7 dan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) Senayan.

Menurut dia, satu proyek terlebih dahulu rampung yakni pembangkit listrik tenaga gas dan uap (PLTGU) Jawa 2. Pembangkit ini memperkuat pasokan sistem kelistrikan Jawa-Bali. Sementara tiga proyek pembangkit lainnya menyusul beroperasi tahun ini.

"Untuk Lontar, Jawa 7 dan PLTD Senayan semuanya on schedule. Siap beroperasi akhir tahun ini di September dan Oktober," kata Haryanto di Jakarta, Selasa (25/6/2019).

Haryanto menerangkan pembangunan Lontar Extension sudah mencapai 90,8%. Pembangkit berkapasitas 315 megawatt (MW) itu ditargetkan beroperasi pada September nanti.

PLTU Lontar sebelumnya sudah beroperasi dengan tiga unit pembangkit yang masing-masing sekitar 300 MW. Artiannya pada September nanti total kapasitas Lontar mencapai 1.200 MW.

Untuk PLTU Jawa 7, lanjut Haryanto, progres pembangunannya sudah 86,76%. Proyek berkapasitas 2.000 MW itu sedianya beroperasi pada April 2020 mendatang. Namun PLN meminta pembangunan dipercepat dan rencananya bakal beroperasi satu unit 1.000 MW pada Oktober nanti.

Sementara 1.000 MW sisanya beroperasi di awal 2020. Jawa 7 menjadi PLTU terbesar yang menggunakan teknologi canggih dengan rendah emisi. "Listrik yang dihasilkan Lontar dan Jawa 7 memperkuat pasokan sistem Jawa-Bali," ujar dia.

Sementara PLTD Senayan dibangun untuk menunjang operasi kereta cepat MRT Jakarta. Pembangkit berkapasitas 100 MW itu dijadwalkan beroperasi pada September mendatang. Haryanto menerangkan PLTD Senayan sifatnya sebagai penyangga bila pasokan utama MRT mengalami gangguan. "Ini menjadi back up suplai tenaga MRT. Mudah-mudahan tidak perlu menyala (operasi)," kata dia. [ipe]


Komentar

x