Find and Follow Us

Jumat, 19 Juli 2019 | 05:55 WIB

Korsel dan Eropa Ikuti Lelang Fast Charging PLN

Oleh : Indra Hendriana | Rabu, 26 Juni 2019 | 10:11 WIB
Korsel dan Eropa Ikuti Lelang Fast Charging PLN
(Foto: ist)

INILAHCOM, Jakarta - Penyedia teknologi (vendor) asal Korea Selatan (Korsel) dan Eropa mengikuti lelang pengadaan teknologi pengisian daya cepat (fast charging) PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) untuk moda transportasi umum.

General Manager PLN Disjaya M Ikhsan Asaad mengatakan investasi stasiun pengisian listrik umum (SPLU) fast charging ini mencapai Rp 4 miliar. Nah, saat ini proses tender fast charging masih berjalan.

Menurut dia, kualifikasi yang dibutuhkan ialah SPLU yang mampu mengakomodir semua jenis kendaraan listrik. "Kami lagi proses pemilihan teknologi. Diharapkan akhir tahun ini selesai," kata Ikhsan di Jakarta, Selasa (25/6/2019).

Kata dia, satu SPLU membutuhkan biaya investasi berkisar Rp1-2 miliar. Nah, pemasangan SPLU fast charging dikoordinasikan dengan penyedia jasa transportasi umum. SPLU itu nantinya berada di luar depo transportasi umum tersebut. Sebanyak dua titik SPLU fast charging yang akan dibangun. "Beberapa tempat yang kita minta Blue Bird dan Transjakarta. Kita dua titik lagi sekitar Rp4 miliar," ujar dia.

Menurut dia, SPLU bukan hal baru bagi masyarakat. Pasalnya sebanyak 1.800 SPLU sudah tersebar di seluruh wilayah Jakarta. Pedagang kaki lima dan pemilik usaha kecil menengah (UKM) mendominasi penggunaan SPLU tersebut.

Dengan pengisian daya itu pedagang kaki lima tersebut memperoleh listrik lebih murah ketimbang harus mencantol dari rumah atau tiang listrik. Selain itu keamanan dan keselamatan penggunaan arus daya pun terjamin. Sementara SPLU fast charging nantinya memiliki kecepatan pengisian daya sekitar 20-30 menit.

Hadirnya kendaraan listrik bukan hanya ramah lingkungan. Namun juga membantu mengurangi ketergantungan impor bahan bakar minyak (bbm).

Ikhsan mengungkapkan kendaraan listrik lebih hemat ketimbang kendaraan konvensional. Dia menyebut motor listrik membutuhkan daya 3 kWh untuk menempuh jarak 60 km. Pengisian 3 kWh itu setara merogoh kocek hanya Rp4.800.

Sementara dengan jarak tempuh yang sama, kendaraan konvesional membutuhkan 2 liter BBM. Dipasaran tersedia berbagai macam BBM dengan varian oktan. Namun tidak ada yang harganya kurang dari Rp 4.800 per liter. "Jadi kami memastikan bagaimana listrik siap agar tidak ada kekhawatiran," ujar dia. [tar]

Komentar

x