Find and Follow Us

Kamis, 22 Agustus 2019 | 13:03 WIB

Temui PM Laos, Rini Ingin BUMN Lebarkan Bisnis

Rabu, 26 Juni 2019 | 12:09 WIB
Temui PM Laos, Rini Ingin BUMN Lebarkan Bisnis
(Foto: ist)

INILAHCOM, Jakarta - Dalam rangka kunjungan kerja kenegaraannya ke Laos, Menteri BUMN Rini Soemarno melakukan pertemuan dengan PM Republik Demokratik Rakyat Laos Thongloun Sisoulith di Vientiane, Laos pada Selasa pagi (25/6/2019).

Pertemuan ini, membahas terkait penjajakan peluang kerja sama bisnis sejumlah BUMN di Republik Laos pada berbagai bidang mulai dari infrastruktur kereta api, pertambangan, hingga pertanian. Dalam kesempatan ini, PM Laos menyatakan ketertarikannya untuk belajar pengelolaan BUMN kepada Indonesia.

Dalam rilis kepada media di Jakarta, Rabu (27/6/2019), penjajakan bisnis ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan PM Laos dengan Presiden Joko Widodo di Indonesia pada 2017. Di mana, salah satu topik utama pertemuan tersebut yakni membahas mengenai potensi kerja sama kedua negara di bidang bisnis, perdagangan dan investasi.

Selain bertemu PM Laos, Menteri Rini bertemu dengan Menteri Pertanian Laos, Lien Thikeo dan Menteri Pekerjaan Umum dan Transportasi Republik Laos, Bouachan Sinthavong.

Usai pertemuan tersebut, Rini melanjutkan menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman kerja sama antara sejumlah BUMN Indonesia dengan Phonsavanh Group yang telah mendapat dukungan dari Pemerintah Laos, yaitu Petrotrade dan Phaiboun Trading Import and Export.

Pada bidang infrastruktur dan transportasi, Indonesia Railway Development Consortium (IRDC) yang terdiri dari PT Industri Kereta Api (Persero), PT LEN Industri (Persero), PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk sepakat menjajaki kerjasama dengan Petrotrade dalam bidang pengembangan jalur kereta api dari Thakek di Laos ke Pelabuhan Vung Ang di Vietnam.

Untuk bidang pertambangan, PT Timah Tbk bersama PT Pupuk Indonesia (Persero) melakukan kerjasama dengan Petrotrade dalam bidang pertambangan. Dimana PT Timah Tbk dengan Petrotrade bersepakat untuk melakukan eksplorasi area pertambangan prospektif hingga proses pengolahan.

Eksplorasi dari pertambangan yang akan dilakukan tersebut salah satunya bertujuan untuk menemukan sumber baru bahan baku pupuk NPK yaitu KCL (Kalium Klorida). Untuk hal itu, PT Pupuk Indonesia siap andil sebagai offtaker yang akan menyerap bahan baku pupuk tersebut. Adapun PT Bukit Asam Tbk yang sepakat melakukan kerjasama jual beli batubara dengan Petrotrade.

Selanjutnya di bidang pertanian, PT Perkebunan Nusantara bersama PT Pupuk Indonesia dan Perum Bulog juga menjalin kerjasama dengan Phaiboun Trading Import and Export.

Penandatanganan yang dilakukan Viaentiane, Laos disaksikan Rini bersama jajaran Deputi Kementerian BUMN dan Duta Besar RI untuk Laos, Pratito Soeharyo. Hadir pula sejumlah pejabat Republik Laos seperti Menteri Energi dan Pertambangan Khammany Inthirath, Menteri Perencanaan dan Investasi Souphan Keomixay, dan Direktur Utama Phonsavanh Group, Od Phongsavanh.

Dari tahun ke tahun, lanjut Rini, kinerja BUMN Indonesia terus mengalami peningkatan. Tercatat pada 31 Desember 2018, total aset BUMN mencapai US$573,93 miliar. Meningkat pesat dibandingkan aset 2015 yang mencapai US$402,8 miliar. Laba keseluruhan BUMN terus mengalami peningkatan.

Pada 2015, laba BUMN sebesar US$10,49 miliar, namun pada 2018, meningkat signifikan menjadi US$15 miliar. Ditopang juga belanja modal (Capital Expenditure/CAPEX) sebesar US$31,8 miliar, angka yang cukup agresif dalam mendukung pembangunan infrastruktur di Indonesia. [tar]

Komentar

x