Find and Follow Us

Rabu, 18 September 2019 | 17:29 WIB

Ekonomi Digital, BNN Luncurkan Tokostopnarkoba.com

Kamis, 27 Juni 2019 | 05:09 WIB
Ekonomi Digital, BNN Luncurkan Tokostopnarkoba.com
(Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Badan Narkotika Nasional (BNN) terus mendorong para mantan pecandu, pengedar dan pembuat narkoba untuk berinovasi yang positif. Diharapkan bisa berkontribusi terhadap perekonomian nasional.

Bertepatatan dengan Peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) yang jatuh pada 26 Juni 2019, Presiden Joko Widodo bersama Kepala BNN, Komjen Heru Winarko meresmikan website official tokostopnarkoba.com, sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memerangi peredaran narkoba.

Dalam rilis kepada media di Jakarta, Rabu (26/6/2019), Heru mengatakan, BNN melakukan pembinaan terhadap para mantan pecandu, pengedar yang dapat dikembalikan kepada masyarakat dengan cara memberikan wadah pengembangan diri, serta pelatihan untuk membangun kreatifitas warga binaan tersebut.

Saat ini, kata dia, produk dari warga binaan BNN, ternyata sangat disukai masyarakat. Pengenalan hasil produksi saat ini dilakukan secara offline dengan cara pengenalan produk pada saat BNN melakukan acara baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

"Melihat manfaat dan kesempatan pengembangan hasil produksi ini maka BNN bekerjasama dengan PT Asli Rancangan Indonesia berinisiatif untuk melakukan terobosan dengan inspirasi dari keinginan Presiden Jokowi untuk melakukan revolusi industri 4.0, yaitu membangun online marketplace dalam sebuah platform digital marketing untuk memasarkan produk hasil binaan ini secara luas tanpa batas dan market place tersebut diberi nama tokostopnarkoba.com," papar Heru.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh stakeholder yang terlibat dalam pembuatan tokostopnarkoba.com, khususnya rekan-rekan dari PT Asli Rancangan Indonesia (ASLI RI) yang telah membantu membangun online marketplace ini," imbuh Heru.

Kemajuan di berbagai bidang ini, kata dia, juga dipercepat dengan teknologi informasi dan digitalisasi. Di sektor jasa keuangan (fintech), geliat sektor ini telah merambah start-up pembayaran, peminjaman, perencanaan keuangan (personal finance), investasi ritel, pembiayaan (crowd funding), uang elektronik dan lain lain.

"Kemudahan dan kecepatan menjadi kunci peningkatan transaksi digital terutama di kalangan milenial yang mencari pengalaman yang seamless ketika harus melakukan transaksi pembayaran di sela-sela kesibukan sehari-hari mereka," ungkapnya.

Yang tak kalah pentingnya dan merupakan salah satu yang utama adalah masalah keamanan transaksi. Keamanan siber dan perlindungan data konsumen harus menjadi perhatian dari semua pihak yang terlibat dalam transaksi digital.

Melalui Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No 12-POJK.01-2017 sudah mengatur mengenai Anti Pencucian Uang dan Pendanaan Terorisme; oleh karena itu pihak penyedia jasa keuangan digital harus menerapkan Customer Due Diligence dan Enhance Due Dilligence untuk memastikan bahwa semua pengguna nya memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh peraturan pemerintah tersebut.

"Catatan BNN adalah sebuah sistem verifikasi biometrik yang terintegrasi dengan database BNN terkait pengguna maupun pengedar Narkotika yang ada di Indonesia. Di mana, hasil verifikasi ini dapat digunakan oleh financial insitutions maupun companies dalam proses customer due diligence yang biasa disebut sebagai KYC atau eKYC," kata Brigjen Pol Agus Irianto, Kapuslidatin BNN.

Saat ini, kata Agus, BNN bekerja sama dengan PT Asli Rancangan Indonesia untuk membangun dan implementasi sistem Verifikasi Biometrik Catatan BNN agar masyarakat dapat merasakan benefit. Hadirnya eKYC, penerapan program P4GN yang dicanangkan pemerintah melalui BNN dapat diterapkan lintas sektor, baik di dalam sektor pemerintahan maupun sektor swasta dengan lebih efektif dan efisien.

Informasi saja, PT Asli Rancangan Indonesia (ASLI RI) merupakan perusahaan biometric verification as a service pertama di Indonesia yang mempunyai kapasitas pencarian biometric (fingerprint, face and iris) yang sangat cepat dan akurat.

Identifikasi dan verifikasi biometric technology ASLI RI, sudah diterapkan Polri, BNN, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Badan Intelijen Negara (BIN). Di luar negeri juga digunakan oleh Mexican Federal Police, Spanish National Police, Dutch Police, Guardia Civil, West Midlands Police, Baltimore Police.

Founder, Co-Founders dan Executives di ASLI RI mempunyai pengalaman bekerja di perusahaan ternama seperti Intel Corp, Microsoft, Motorola, Amazon, EMC, Analogic, NASA, National Space Biomedical Research Institute, Texas Department of Transport, Shell, British Petroleum, Kaskus, Indomog, Telkom Indonesia, BCA, Stanchart Bank, BNI 46, Bank Mandiri, Bank Tamara, ANZ Bank dan Bank CIMB Niaga.

"PT Asli Rancangan Indonesia (ASLI RI) merupakan penyedia jasa verifikasi biometrik berteknologi compatible terhadap berbagai database. Baik milik pemerintah maupun swasta. ASLI RI tidak mempunyai database, kami hanya penyedia teknologi verifikasi biometrik. Untuk itu, kami bekerja sama dengan lembaga pemerintah, dan database owner lainnya untuk bisa memberikan jasa verifikasi biometrik yang dapat dipakai untuk keperluan verifikasi calon nasabah, calon peminjam uang, calon karyawan, bahkan calon supir, babysitter, asisten rumahtangga sampai mencari menantu," kata Irjen Pol (Purn) Arief Dharmawan, CEO ASLI RI. .

Dia bilang, sistem biometric identification dan verification ASLI RI, dinyatakan lulus dan layak pakai oleh Puslitbang Polri. Serta memiliki sertifikat dari BPPT untuk Perangkat Pembaca KTP Elektronik sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri No 34 Tahun 2014.

"Kami bekerja sama dengan BNN, melalui sistem Verifikasi Biometrik Catatan BNN yang mendukung program P4GN BNN berupa TokoStopNarkoba.com yaitu pemasaran online produk barang yang dihasilkan oleh Warga Binaan BNN," ungkap Arief. [tar]

Komentar

x