Find and Follow Us

Jumat, 19 Juli 2019 | 05:59 WIB

Hotspot Karhutla Awal 2019 Turun Dibandingkan 2018

Oleh : Indra Hendriana | Kamis, 27 Juni 2019 | 14:09 WIB
Hotspot Karhutla Awal 2019 Turun Dibandingkan 2018
(Foto: Ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Sepanjang Januari hingga 25 Juni 2019, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), mencatat penurunan jumlah titik panas (hotspot) dibanding periode sama di 2018.

Satelit NOAA mencatat terdapat 508 titik selama periode tersebut di tahun ini. Sementara pada periode yang sama di 2018, jumlah hotspot tercatat sebanyak 685 titik. "Artinya terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak 177 titik atau 25,84% di semester awal 2019 ini," kata Plt Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK, Raffles B Panjaitan, Jakarta, Kamis (27/6/2019).

Kata dia, sebagai upaya pencegahan, KLHK telah melaksanakan patroli terpadu bersinergi dengan TNI, POLRI, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) di provinsi-provinsi rawan sejak bulan Maret lalu di wilayah Kalimantan dan juga di wilayah Sumatera. Patroli ini sebagai upaya deteksi dini terhadap kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan juga sosialisasi kepada masyarakat untuk bersama-sama mencegah karhutla.

Di tempat lain, Manggala Agni Daops Palangkaraya juga telah melakukan pemadaman karhutla yang terjadi di wilayah Sampit, tepatnya di Desa Tabiku, Kecamatan Seruyan Raya, Kabupaten Seruyan, Provinsi Kalimantan Tengah. Tim berhasil memadamkan api yang terjadi pada lahan seluas 0.5 Ha ini.

Pemadaman juga dilakukan pada kebakaran hutan yang terjadi di wilayah Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) yang berlokasi di Hutan Bukit Kondo pada 23-24 Juni yang lalu. Vegetasi terbakar berupa rumput, alang-alang, edelweiss, bangsal dan cemara gunung. Pemadaman dilakukan oleh tim dari BTNGR, KPH Rinjani Timur, MPA, TNI, Polri, dan masyarakat.

Raffles mengatakan bahwa secara rutin setiap hari, Manggala Agni juga melakukan pemantauan titik panas yang terdeteksi oleh satelit dan segera dilakukan pengecekan lapangan pada titik panas yang terpantau. Pengecekan lapangan ini untuk memastikan adanya karhutla pada lokasi yang terpantau titik panas (hotspot) agar dapat segera dilakukan upaya pemadaman dini sehingga api tidak meluas.

Sebagai langkah pengendalian karhutla ke depan, Raffles menyampaikan bahwa berdasarkan analisis dan prediksi BMKG bulan Juni hingga November 2019 kemungkinan terjadi elnino lemah. "Semua pihak terutama Manggala Agni agar lebih waspada di tingkat tapak untuk melakukan upaya-upaya pengendalian karhutla," ujar dia. [ipe]



Komentar

x