Find and Follow Us

Senin, 23 September 2019 | 23:20 WIB

Gapki Melawan Isu Hitam Sawit Hingga ke Norwegia

Jumat, 28 Juni 2019 | 07:09 WIB
Gapki Melawan Isu Hitam Sawit Hingga ke Norwegia
Wakil Ketua Umum Gapki, Togar Sitanggang - (Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pemerintah dan pelaku usaha sawit Indonesia, gencar mensosialisasikan tata kelola perkebunan sawit yang berkelanjutan kepada berbagai pihak di sejumlah negara Uni Eropa.

Salah satu negara yang disasar adalah Norwegia yang selama ini sangat kritis menyerang minyak sawit dengan berbagai isu lingkungan dan sosial.

Upaya mengenalkan fakta objektif tentang sawit Indonesia yang berkelanjutan, dikemas dalam sebuah Festival Indonesia dan seminar bertajuk Lahan Gambut dan Kontribusi Industri Sawit dalam Mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (UN SDGs). Acaranya digelar di ibu kota Norwegia, Oslo pada 28-29 Juni 2019.

Kegiatan ini diselenggarakan Kedutaan Besar RI di Oslo, bekerja sama dengan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), Badan Restorasi Gambut, dan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS).

Wakil Ketua Umum Gapki, Togar Sitanggang yang ditunjuk sebagai pembicara dalam seminar tersebut, menyampaikan beberapa poin strategis. Bahwasanya, industri sawit menjadi tumpuan perekonomian Indonesia. Mampu menyumbang devisa terbesar dan menyerap tenaga kerja hingga 20 juta orang.

"Dengan produksi yang mencapai 47 juta ton tahun lalu, di mana 32 juta ton diekspor, sawit menyumbang devisa devisa ekspor hingga USD 21 miliar atau lebih dari Rp300 triliun, ini sangat besar," kata Togar dalam rilis kepada media di Jakarta, Kamis (27/6/2019).

Potensi strategis lain adalah ketika minyak sawit bisa diolah menjadi bahan baku enegeri baru dan terbarukan. "Karena berpotensi menjadi sumber energi alternatif inqh, resistensi negara maju terhadap sawit sangat keras. Karena siapa yang bisa menguasai energi dia akan menguasai dunia," kata Togar.

Togar mengatakan, seminar sawit di Oslo ini untuk memperkenalkan fakta objektif mengenai industri sawit Indonesia yang berkelanjutan. Di Norwegia, acara seperti ini baru kali pertama," katanya.

Hadir dalam kegiatan seminar sawit ini yaitu Duta Besar RI di Oslo Todung Mulya Lubis, Ketua Umum GAPKI Joko Supriyono, Dirut BPDPKS Dono Boestami, dan Ketua BRG Nazir Fuad. Sementara itu dari kalangan akademisi yang akan menjadi pembicara antara lain: Prof Dr Yanto Santosa (Guru Besar Fakultas Kehutanan IPB) dan Prof Pietro Paganini dari John Cabot University Roma. [ipe]

Komentar

x