Find and Follow Us

Minggu, 15 September 2019 | 13:58 WIB

BPS: Biaya Sekolah Naik, Atur Keuangan Sejak Dini

Selasa, 2 Juli 2019 | 19:40 WIB
BPS: Biaya Sekolah Naik, Atur Keuangan Sejak Dini
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto - (Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Musim sekolah acapkali bikin pusing para orang tua. Ya, lantaran biaya sekolah rajin naik tiap tahun. Dana BPS menyebut kenaikannya 10% per tahun. Perlu perencanaan keuangan sejak dini.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto menjelaskan, biaya pendidikan menyumbang inflasi, khususnya biaya kuliah sebesar 0,04%.

Jelaslah, mahalnya biaya pendidikan menjadi masalah klasik yang selalu membayangi para orang tua. Apalagi kalangan yang sangat menginginkan anaknya mendapatkan pendidikan dari sekolah yang berkualitas. "Tantangan orang tua hari ini semakin banyak. Selain biaya pendidikan yang tiap tahun naik, mendapatkan pendidikan yang terbaik bagi anak-anak juga merupakan tantangan di masa sekarang ini," ujar Joos Louwerier, Country Manager & President Director Allianz Life Indonesia, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Pada 2018, berdasarkan kajian HSBC bertajuk Value of Education-The Price of Success, sebesar 63% orang tua berharap memiliki persiapan finansial yang lebih baik demi pendidikan anak mereka. Sedangkan 34% orang tua khawatir tidak memiliki tabungan yang cukup untuk pendidikan anaknya.
Usaha orangtua bahkan semakin besar kala anaknya mulai kuliah. Hampir semua, sekitar 85% orangtua membiayai kuliah dengan pendapatan bulanan, bukan dari simpanan atau pinjaman. Hanya 44% orangtua yang membiayai pendidikan anaknya dari tabungan khusus pendidikan.

Pengorbanan orangtua yang menguliahkan anaknya amat lazim. Alhasil, sebanyak 69% orangtua berhenti menikmati hidup, hingga 54% mencari penghasilan tambahan. Sedangkan 47% orangtua mengaku terpaksa mengurangi hari libur.

Selain itu, 61% orangtua berutang demi membiayai pendidikan anaknya. Di antara para peminjam itu, sebanyak 77% untuk biaya kuliah. Sementara yang 37% dari pengutang itu, menggunakannya untuk belanja peralatan penunjang seperti komputer atau lainnya.

"Pendidikan adalah kunci utama dalam membentuk anak-anak kita menjadi manusia yang bertanggung jawab dan berpengetahuan luas. Oleh karena itu, persiapan keuangan sejak dini menjadi sangat penting untuk mengatasi kenaikan biaya pendidikan yang terus terjadi dan menjadi suatu tantangan tersendiri bagi orang tua," kata Joos.

Joos menambahkan, "Saya percaya bahwa orang tua masih memiliki kesempatan untuk mendapatkan pendidikan terbaik dalam kondisi keuangan apa pun. Menyisihkan sebagian pendapatan dan mengalokasikannya untuk dana pendidikan di masa mendatang akan memberikan awal yang baik bagi orang tua dalam mempersiapkan masa depan anak-anak." [tar]


Komentar

Embed Widget
x