Find and Follow Us

Rabu, 18 September 2019 | 17:41 WIB

Inilah Janji Menteri Basuki di Tol Cisumdawu

Rabu, 3 Juli 2019 | 14:30 WIB
Inilah Janji Menteri Basuki di Tol Cisumdawu
(Foto: ist)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono sesumbar bisa merampungkap pembangunan Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) pada 2020.

Ya, semoga Basuki bisa merealisasikan janjinya itu. Menyelesaikan pembangunan tol pendukung Bandara Kertajati sepanjang 61 kilometer di Jawa Barat pada tahun depan. "Jalan tol yang terdiri dari enam seksi tersebut akan menghubungkan Cileunyi hingga Kertajati, dan diharapkan dapat meningkatkan konektivitas ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati yang sudah mulai beroperasi," kata Basuki Hadimuljono dalam siaran pers di Jakarta, Rabu (3/7/2019).

Janji ini diucapkan Basuki saat meninjau proyek pembangunan Tol Cisumdawu, mulai Seksi 1 di Cileunyi hingga Seksi 3 di pintu keluar Tol Cimalaka, Kabupaten Sumedang.

Berdasarkan kontrak, kata Basuki, Jalan Tol Cisumdawu ditargetkan selesai pada 2021. Akan tetapi dengan percepatan operasional BIJB Kertajati, maka jalan tol ini sangat ditunggu kehadirannya, karena signifikan sekali manfaatnya untuk meningkatkan pergerakan lalu lintas menuju Bandara Kertajati.

Dari keenam seksi, Menteri Basuki menyatakan seksi 1-3 ruas Cileunyi-Cimalaka (33 kilometer) ditargetkan dapat rampung pada akhir 2019. Seksi 1 dan 2 sepanjang 27,62 kilometer mulai dari Cileunyi hingga Sumedang dikerjakan oleh Kementerian PUPR sebagai bagian dari viability gap fund (VGF) guna menaikkan kelayakan investasi tol tersebut.

Untuk progres pembebasan lahan, pada Seksi 1 Cileunyi-Rancakalong (10,57 kilometer) mencapai 68,53%. Untuk progres konstruksi nebcapai 32,1%. Sedangkan seksi 2 (17,05 kilometer) Fase I dari Rancakalong-Ciherang rampung pada 2017. Untuk Fase II Ciherang-Sumedang, progres pembebasan lahan mencapai 92,2%, progres konstruksi mencapai 69,14%.

Sementara Seksi 3 hingga Seksi 6 yang menghubungkan Sumedang-Cimalaka-Legok-Ujung Jaya-Dawuan, sepanjang 32,65 kilometer dikerjakan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yakni PT Citra Karya Jabar Tol (CKJT) dengan nilai investasi Rp8,41 triliun.

"Seksi 3 dari Sumedang ke Cimalaka 4,05 kilometer yang dikerjakan BUJT pembebasan lahannya sudah lebih dari 99 persen dan progres fisiknya sudah sekitar 74 persen, sehingga kami optimistis di akhir 2019 akan selesai. Selanjutnya tinggal pembangunan seksi 4-6," terang Basuki.

Kata rpia kelahiran Solo yang hobi mengenakan topi ini, Kementerian PUPR telah berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan guna mempercepat pengadaan lahan untuk Seksi 6 ruas Ujungjaya-Dawuan sepanjang 6,07 kilometer. Di mana, sebagian besar lahannya merupakan milik Perum Perhutani.

"Kami sudah bersurat ke Perum Perhutani dan Kementerian BUMN untuk memanfaatkan tanah Perhutani seluas 100 hektar. Ibu Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) sudah saya hubungi dan prinsipnya oke, sehingga kami sudah bisa mulai konstruksi. Tinggal Seksi 4 dan 5 yang tanahnya memang masih dalam proses pembebasan, kami akan upayakan percepat" kata Basuki.

Dengan beroperasinya seluruh ruas Jalan Tol Cisumdawu ditambah jalan provinsi sebagai penghubung (74 kilometer) dapat memangkas jarak Bandung-Bandara Kertajati dibandingkan jalur jalan nasional Bandung-Jatibarang (202 kilometer), ditambah jalan provinsi Jatibarang-Kertajati (29 kilometer), atau via Jalan Tol Cipularang-Cipali-Jalan Provinsi (135 kilometer).

Selain itu beroperasinya Jalan Tol Cisumdawu juga sangat diharapkan akan memperlancar konektivitas antara Jawa Barat bagian Selatan menuju Utara karena menghubungkan dua tol yang telah beroperasi yakni Tol Purbaleunyi dengan jalan Tol Cikopo - Palimanan (Cipali). [tar]

Komentar

Embed Widget
x