Find and Follow Us

Minggu, 25 Agustus 2019 | 06:14 WIB

PR Pemerintah Terkait Rasio Elektrifikasi di 2019

Oleh : Indra Hendriana | Kamis, 4 Juli 2019 | 15:28 WIB
PR Pemerintah Terkait Rasio Elektrifikasi di 2019
(Foto: ist)

INILAHCOM, Jakarta - Rasio Elektrifikasi (RE) per Juni 2019 sebesar 98,81% dari 98,30% tahun 2018. Angka ini diharapkan akan terus meningkat hingga mencapai 99,9% di akhir 2019 sesuai dengan target Pemerintah.

Nah, untuk mencapai RE nasional 99,9% di tahun ini, ada 1.592.990 rumah tangga yang harus dilistriki. Selain melistriki dengan jaringan PLN (on grid), upaya melistriki juga dilakukan off grid melalui Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE).

Dari jumlah tersebut, diperkirakan ada 721.008 rumah tangga belum berlistrik yang tidak mampu untuk pasang baru listrik. Angka ini diambil dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) yang telah dipadankan oleh PT PLN (Persero) per 1 Juli 2019.

Kementerian ESDM mengupayakan partisipasi Badan Usaha Sektor ESDM untuk membantu pasang baru listrik bagi rumah tangga miskin belum berlistrik.

Bantuan pasang baru listrik tersebut berupa instalasi listrik sederhana dengan dua titik lampu dan 1 kotak-kontak, termasuk biaya penyambungan, biaya instalasi, biaya penerbitan Serifikat Laik Operasi (SLO), dan voucher perdana listrik prabayar.

"Ini akan menggunakan dana CSR Badan Usaha sektor ESDM. Semuanya gratis. Jadi mereka (masyarakat tidak mampu) tinggal terima beres, kita tinggalkan dengan kondisi sudah menyala," kata Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Rida Mulyana dikutip Kamis (4/7/2019).

Disisi lain, dia membantah tarif listrik mengalami kenaikan. Sejak 2017, bahkan pelanggan mampu pun tidak pernah mengalami kenaikan tarif listrik. Pemerintah melalui aksi korporasi PLN memberikan diskon tarif untuk pelanggan 900 VA Rumah Tangga Mampu (RTM) sebesar Rp52/kWh yg awalnya Rp1.352/kWh menjadi Rp1.300/kWh.

"Pemerintah tidak berencana menaikkan tarif listrik hingga akhir 2019," kata dia.

Sementara terkait dengan pelaksanaan Program 35.000 MW, sampai dengan 15 Juni 2019, proyek pembangkit yang telah memasuki tahap operasi (COD) baru sekitar 3.617MW (10%), tahap konstruksi sekitar 20.119MW (57%), telah kontrak/PPA sekitar 9.515MW (27%), proses pengadaan sekitar 1.453MW (4%), tahap perencanaan sekitar 734MW (2%).[jat]

Komentar

x