Find and Follow Us

Minggu, 25 Agustus 2019 | 06:13 WIB

Komisi IV DPR Tinjau Program Serasi di Banyuasin

Jumat, 5 Juli 2019 | 06:00 WIB
Komisi IV DPR Tinjau Program Serasi di Banyuasin
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Banyuasin - Program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi) Kementerian Pertanian (Kementan) mendapat perhatian Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI). Sejumlah anggota DPR RI dari komisi IV melakukan kunjungan kerja ke Desa Telang Sari Kecamatan Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin, Selasa (2/7/2019).

Dalam kunjungan kerja kali ini, anggota komisi IV DPR RI melakukan tatap muka langsung dengan petani setempat. Para petani diberi kesempatan untuk menyampaikan keluh kesahnya kepada anggota Komisi IV DPR RI yang didampingi Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Michael Wattimena mengatakan, Desa Talang Sari mendapatkan prioritas terkait dengan optimasi lahan rawa dan program Serasi. Dikatakannya, kunjungan DPR ini sangat penting untuk melihat kendala yang ditemui para petani.

"Tadi telah disampaikan beberapa hal yang menjadi kendala dan hambatan untuk produktivitas pertanian ke depan. Yang pertama itu adalah menyangkut Alsintan. Pak Dirjen telah mendengarkan itu semua dan akan direspons secara positif," kata Michael yang mengepalai rombongan.

Michael mengatakan, ia sudah mendapat penjelasan dari Dirjen PSP. Dengan diberikannya Alsintan maka yang tadinya lahan itu hanya menghasilkan 2 ton/hektar tetapi kalau dioptimasi dengan program Serasi, akan memberikan tambahan menjadi 5 sampai 6 ton per hektar.

"Itulah yang membuat kami hadir di sini untuk memberikan dukungan kepada para petani yang ada di Desa Talang Sari untuk lebih meningkatkan produktivitas mereka," kata Michael.

Michael menjelaskan, program optimasi lahan rawa ini hanya dilakukan di tiga provinsi dengan jumlah 500 ribu hektar. Sebanyak 250 ribu hektar berada di provinsi Sumatera Selatan, dan 200 ribu hektar tengah dioptimalkan.

"Ini luar biasa, maka itu dengan jumlah yang begitu banyak maka kami mau melihat sampai sejauh mana program ini diimplementasikan di Sumatera Selatan khususnya di Desa Talang Sari. Semoga ke depan melalui Dirjen PSP dan Kementerian Pertanian ini lebih meningkatkan program ini," tambah Michael Wattimena.

Sumatera Selatan merupakan salah satu daerah yang menjadi sentra produksi padi terbesar di Indonesia selain Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan dan Sumatera Utara. Sumatera Selatan juga yang telah menjalani program Serasi yang merupakan upaya pengelolaan lahan rawa melalui kegiatan optimalisasi lahan dan pengembangan usaha tani oleh kelompok tani dalam upaya peningkatan produksi dan produktivitas serta pendapatan petani.

Pada 2019 Kementan mencanangkan Program Serasi dan sudah berjalan di Sumatera Selatan seluas 200 ribu hektar. Salah satunya daerah di Kabupaten Banyuasin seluas 82.550 hektar.

"Kita sangat mengapresiasi dengan adanya kunjungan anggota Komisi 4 DPR RI ke Desa Talang Sari, Kabupaten Banyuasin. Karena wakil rakyat dari anggota DPR RI ikut memperhatikan dan melihat langsung program Serasi yang menjadi andalan Kementrian Pertanian yaitu bagaimana kita bisa mengelola lahan rawa ini menjadi lahan yang produktif dan bisa ditanam dua kali atau tiga kali dalam setahun," kata Sarwo Edhy.

Sarwo Edhy menambahkan, perhatian wakil wakil rakyat sangat luar biasa dan maksimal. Setiap program pertanian yang menyentuh masyarakat petani langsung didukung dan disetujui. Ia menjelaskan, rawa adalah masa depan Indonesia. Terdapat 10 juta ha yang bisa dijadikan untuk lahan pertanian produktif antara lain di Sumatera Selatan dan Kalsel. "Kita fokus untuk penyelesaian program Serasi di Sumsel karena program di sini terbesar," tambah Sarwo Edhy.

Kementan memang sedang gencar menggarap lahan rawa lebak dan pasang surut. Kementan pun memberikan bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) berupa ekskavator, yang diberikan kepada masyarakat tani agar dioptimalkan pemanfaatannya. "Dengan memanfaatkan ekskavator tersebut, maka lahan rawa dan lebak menjadi produktif, seperti di Sumatera Selatan," kata Sarwo Edhy.

Untuk lahan rawa, Ditjen PSP telah menyiapkan bantuan 200 unit ekskavator besar dan 14 unit ekskavator mini dari pengadaan tahun 2018. Direncanakan akan dilakukan penambahan sebanyak 30 unit ekskavator mini pada 2019.

Sarwo menyebutkan, Kementan telah menyalurkan bantuan ekskavator sebanyak 69 unit di Provinsi Sumsel. Berdasarkan pantauan, bantuan tersebut bekerja optimal untuk pengerukan saluran irigasi yang mengalami pendangkalan, pembuatan jalan usaha tani dan optimasi lahan rawa lebak dan lahan rawa pasang surut. [*/psp]

Komentar

x